Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Cuma Korsleting! Dosen Unmuh Jember Dr Aan Warning Bahaya Colokan Longgar yang Bisa Bikin Rumah Ludes Terbakar!

M Adhi Surya • Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00 WIB
(ilustrasi dibuat dengan AI)
(ilustrasi dibuat dengan AI)

Radar Jember - Kebakaran akibat listrik ternyata tidak selalu dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Risiko serupa juga dapat muncul dari hal yang terlihat sepele, yakni dudukan colokan yang sudah longgar atau tidak pas.

Kondisi tersebut menyebabkan sambungan tidak sempurna sehingga menimbulkan panas berlebih. Jika dibiarkan, maka bagian plastik stop kontak maupun pelindung kabel dapat meleleh dan berpotensi memicu kebakaran.

Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Unmuh Jember Dr Muhammad Aan Auliq mengatakan, masyarakat selama ini lebih mengenal korsleting atau arus pendek sebagai penyebab utama kebakaran.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Jember! Mengurus KTP-el Baru Karena Pindah, Rusak, hingga Hilang Kini Makin Jelas dan Terstruktur

Padahal, dudukan colokan yang longgar juga menyimpan risiko yang tidak kalah besar. “Kalau sambungannya kurang pas, akan timbul panas. Lama-kelamaan bagian plastiknya bisa meleleh,” ujarnya.

Menurut dia, panas yang muncul bukan semata-mata akibat arus pendek. Sambungan yang tidak sempurna menyebabkan tahanan listrik meningkat.

Akibatnya, suhu pada titik tersebut terus naik dan berpotensi memicu percikan api apabila dibiarkan dalam waktu lama.

Aan menjelaskan, kondisi seperti itu kerap ditemukan pada stop kontak yang sudah aus atau colokan yang ukurannya tidak sesuai.

Baca Juga: Update Laka Lantas Jember: Dua Kecelakaan Truk, Satu Pengendara Tewas

Tidak jarang pula masyarakat tetap menggunakan perangkat yang sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Biasanya terlihat dari colokan yang mulai menghitam atau terasa panas saat disentuh,” katanya.

Selain stop kontak, penggunaan kabel sambungan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Kabel yang terlalu kecil untuk menanggung beban besar akan lebih mudah mengalami kenaikan suhu. Apalagi jika digunakan untuk beberapa perangkat berdaya tinggi secara bersamaan.

Karena itu, Aan mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih kabel. Setidaknya, produk yang digunakan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kualitas penghantar dan lapisan pelindung yang baik dapat mengurangi risiko terjadinya panas berlebih.

Dia juga mengimbau agar penggunaan terminal listrik tidak berlebihan. Kebiasaan menumpuk banyak colokan dalam satu sambungan dapat meningkatkan beban dan memperbesar potensi gangguan.

Baca Juga: Membahayakan Keselamatan Perjalanan KA: KAI Daop 9 Jember Luncurkan Drone Pantau Titik Rawan Pelemparan Batu Kereta Api

“Uluran kabel harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan asal pakai, terutama untuk peralatan yang dayanya besar,” terangnya.

Menurut Aan, langkah pencegahan sederhana justru menjadi kunci untuk menghindari kebakaran akibat listrik. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi stop kontak, steker, dan kabel perlu dilakukan.

“Kalau ada tanda-tanda meleleh, menghitam, atau longgar, sebaiknya segera diganti sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar,” pungkasnya. (dhi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#risiko kebakaran #unrmuh jember #Berita Jember #korsleting listrik