Radar Jember - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua melalui jalur domisili atau zonasi menunjukkan ketimpangan jumlah pendaftar antar sekolah.
Hingga hari kedua pendaftaran, sejumlah SMP negeri di wilayah pinggiran masih minim peminat. Sebaliknya, sekolah-sekolah yang menjadi favorit justru mengalami kelebihan pendaftar.
Kondisi tersebut dipengaruhi lokasi sekolah yang relatif jauh dari pusat permukiman warga. Selain itu, banyak lulusan SD di wilayah sekitar memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah yang dianggap lebih favorit.
Di SMPN 4 Sumberjambe, Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, misalnya. Hingga hari kedua pendaftaran, jumlah calon siswa yang mendaftar baru mencapai 10 orang.
“Untuk pendaftaran SPMB sampai hari kedua masih ada 10 calon siswa yang sudah mendaftar,” kata Kepala SMPN 4 Sumberjambe Muhammad Abrori.
Kondisi serupa terjadi di SMPN 4 Kalisat. Sekolah yang lokasinya berdekatan dengan lembaga pendidikan swasta itu baru menerima 15 pendaftar hingga hari kedua.
“Hingga hari kedua ini masih 15 calon siswa yang sudah mendaftar,” ujar Hendra, salah seorang guru SMPN 4 Kalisat.
Sebaliknya, SMPN 1 Panti justru mengalami kelebihan pendaftar. Jumlah pendaftar jalur zonasi telah mencapai 140 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya 113 siswa.
“Sudah ada 27 siswa yang tidak diterima. Kalau hari ini masih ada yang mendaftar, tentu jumlah yang tidak lolos akan bertambah,” kata Kepala SMPN 1 Panti Wiwik Indiyawati.
Di SMPN 2 Silo, jumlah pendaftar hingga hari kedua mencapai 80 siswa dari kuota 115 siswa. Meski masih kurang, pihak sekolah optimistis kuota akan terpenuhi hingga penutupan pendaftaran.
“Masih ada waktu pada hari terakhir, termasuk kemungkinan pendaftar yang tidak diterima di SMPN 1 Silo,” ujar Kepala SMPN 2 Silo Supriyanto.
Menurut dia, keberadaan pondok pesantren dan sekolah swasta di sekitar wilayah sekolah turut memengaruhi jumlah pendaftar. Sebab, menurutnya, banyak lulusan SD di wilayah perdesaan ini melanjutkan ke sekolah di pondok.
Sementara itu, SMPN 1 Jelbuk juga masih kekurangan pendaftar. Hingga hari kedua, jumlah pendaftar melalui jalur domisili tercatat 130 siswa atau masih kurang sekitar 30 siswa dari kuota yang tersedia.
“Jumlah pendaftar masih sekitar 130 siswa, sehingga masih kurang sekitar 30 pendaftar lagi,” kata Kepala SMPN 1 Jelbuk Udik Kristyono.
Baca Juga: Aroma Korupsi Program MBG di Jember: Ada Dapur Tercatat, Fisiknya Gaib
Berbeda dengan sekolah-sekolah tersebut, SMPN 1 Ambulu dan SMPN 1 Jenggawah justru menjadi tujuan utama pendaftar.
Di SMPN 1 Ambulu, jumlah pendaftar pada hari pertama mencapai 198 siswa dan bertambah menjadi 204 siswa pada hari kedua. Padahal, kuota jalur domisili yang tersedia hanya 98 siswa. Artinya, lebih dari separuh pendaftar berpotensi tidak diterima melalui jalur tersebut.
“Pendaftar terus bertambah, sementara kuota jalur domisili hanya 98 siswa,” kata Kepala SMPN 1 Ambulu Zaeni.
Lonjakan pendaftar juga terjadi di SMPN 1 Jenggawah. Dari 180 formulir yang diambil pada hari pertama, sebanyak 175 siswa langsung mendaftar. Hingga hari kedua, jumlah pendaftar meningkat menjadi 201 siswa.
Padahal, kuota jalur domisili yang tersedia hanya 190 siswa. “Jumlah pendaftar sudah melebihi kuota yang tersedia,” ujar Kepala SMPN 1 Jenggawah Anang S. Widodo.
Untuk mempercepat proses layanan pendaftaran, SMPN 1 Jenggawah menyiapkan lima meja pelayanan yang masing-masing dilengkapi dua monitor.
Dengan sistem tersebut, panitia dan orang tua calon siswa dapat memantau proses pendaftaran secara langsung dan lebih cepat.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses pendaftaran di sejumlah sekolah berlangsung lancar. Namun, disparitas jumlah pendaftar antara sekolah favorit dan sekolah pinggiran masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan SPMB jalur domisili tahun ini. (jum/dwi)
SPMB SMPN JEMBER (Hari Kedua Jalur Domisili)
Masih Kekurangan Pendaftar
SMPN 4 Sumberjambe
- Pendaftar: 10 siswa
- Faktor: banyak siswa lulusan SD melanjutkan ke pondok
SMPN 4 Kalisat
- Pendaftar: 15 siswa
- Faktor: Berdekatan dengan sekolah swasta dan melanjutkan ke pondok
SMPN 2 Silo
- Pendaftar: 80 siswa
- Kuota: 115 siswa
- Kekurangan: 35 siswa
- Faktor: banyak memilih lanjut ke pondok
SMPN 1 Jelbuk
- Pendaftar: 130 siswa
- Masih kurang sekitar 30 siswa
KELEBIHAN PENDAFTAR
SMPN 1 Panti
- Pendaftar: 140 siswa
- Kuota: 113 siswa
- Kelebihan: 27 siswa
SMPN 1 Ambulu
- Pendaftar: 204 siswa
- Kuota Domisili: 98 siswa
SMPN 1 Jenggawah
- Pendaftar: 201 siswa
- Kuota: 190 siswa
Editor : Imron Hidayatullahh