Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Cindo tapi Tembus TV Tiongkok, Penyanyi Asal Patrang Jember yang Sempat Alami Pembatalan Kontrak Sepihak!

Maulana RJ • Rabu, 24 Juni 2026 | 06:00 WIB
INSPIRATIF: Icha dan Chelsea, saat Talkshow Jember Meraih Mimpi, bersama Bupati Jember Gus Fawait dan istri Ning Ghyta, di Pendapa Wahyawibawagraha, yang disiarkan live streaming, (21/6). (DOK. PEMKAB JEMBER)
INSPIRATIF: Icha dan Chelsea, saat Talk Show Jember Meraih Mimpi, bersama Bupati Jember Gus Fawait dan istri Ning Ghyta, di Pendapa Wahyawibawagraha, yang disiarkan live streaming, (21/6). (DOK. PEMKAB JEMBER)

Radar Jember - ​Malam di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, mendadak penuh inspirasi, (21/6). Sayup-sayup, sebuah lantunan lagu klasik Mandarin bertajuk Ulan Bator mengalun membelah keheningan. Suaranya begitu fasih, liukannya begitu rapat khas penyanyi tradisi Tiongkok.

Namun siapa sangka, di balik pekikan suara emas itu, adalah seorang gadis Jawa tulen yang lahir dan besar di Kecamatan Patrang, sebuah kecamatan urban di jantung Kabupaten Jember.

​Ia adalah Rica Kristi Febriana, atau yang kini lebih akrab disapa Icha Yang. Di usianya yang menginjak 24 tahun, Icha telah melakukan sesuatu yang oleh banyak orang dianggap mustahil.

Baca Juga: Jangan Terjebak Timbangan Ideal! Coach Kebugaran Jember Ini Bongkar Bahaya TOFI yang Bikin Organ Dalam Penuh Lemak

Yaitu, menembus ketatnya industri hiburan televisi nomor satu di Tiongkok, Hunan TV dan Mango TV, tanpa memiliki setitik pun darah keturunan Tionghoa.

​"Awalnya pop, lalu pindah dangdut. Tapi begitu mencoba lagu Mandarin, saya menemukan jiwa saya," tutur alumnus SD Negeri Patrang 2 dan SMP Negeri 6 Arjasa ini sambil tersenyum, saat Talk Show Jember Meraih Mimpi, bersama Bupati Jember Gus Fawait dan istri, disiarkan live streaming, (21/6).

​Jalan Icha tidaklah bertabur bunga. Pada pertengahan 2025, ia sempat menelan pil pahit. Kontrak panggungnya di Tiongkok dibatalkan sepihak hanya karena ia bukan seorang Cindo. Itu adalah titik terendahnya.

Namun, mentalitas arek Jember yang keras dan tak kenal menyerah membuatnya menolak tumbang. "Saya lebih baik tidak hidup daripada tidak melakukan apa-apa untuk mimpi saya," ucapnya,

Baca Juga: Bukan Sulit Analisis, KSPM Unmuh Jember Bongkar Alasan Banyak Investor Muda Boncos Akibat Terjebak Penyakit Fomo!

Enam bulan setelah penolakan itu, Tuhan membuka jalan yang lebih besar. Ia tampil live di TV nasional Tiongkok dan langsung memikat jutaan pasang mata.

​Menariknya, ke mana pun Icha melangkah, bahkan saat berhadapan dengan produser internasional. Ia selalu bangga menggemakan tanah kelahirannya.

"Wo shi Jawa (saya orang Jawa, Red). Dari Jember," tirunya saat mengenalkan Jember di mata dunia yang selama ini dunia luar mengenal Indonesia hanya dari Bali.

Semangat yang dimiliki Icha seolah beriringan pada sosok mungil di sebelahnya, Chelsea Olivia Zakaria. Bocah perempuan berusia 11 tahun ini adalah siswi kelas 5 SD Rukun Harapan Jember.

​Jika Icha menaklukkan Tiongkok lewat tarik suara, maka Chelsea menggetarkan panggung internasional lewat kepiawaiannya berpidato dalam bahasa Mandarin (Chinese Bridge) serta kelincahannya di dunia modeling.

Di usianya yang masih sangat belia, Chelsea sudah pulang membawa trofi juara satu dari ajang internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, dan sederet prestasi di tingkat regional dan nasional. ​

Baca Juga: Bikin Area Becek dan Bau Menyengat, Dosen Unmuh Jember Desak Pemisahan Saluran Air Hujan dan Limbah Perkotaan!

Saat ditanya bagaimana bocah sekecil itu bisa meredam rasa gugup di panggung megah lintas negara, jawabannya sungguh menggetarkan hati. "Kadang saya nervous. Saya tarik napas dan berdoa, dan istigfar. Sebelum tampil meminta mamah papah do'ain aku," katanya, polos.

Di saat anak-anak seusianya masih sibuk dengan gawai dan enggan keluar dari zona nyaman, maka Chelsea justru memiliki keteguhan visi untuk menjadi model internasional.

Melihat fenomena dua generasi emas ini, Bupati Jember Gus Muhammad Fawait yang hadir malam itu, menyebut keberhasilan mereka bukan sekadar persoalan bakat, tetapi buah dari kolaborasi sekolah, keteguhan anak, dan tirakat orang tua. ​

"Ada hal yang tidak bisa dinalar secara logika, anak sekarang menyebutnya the invisible hand, tapi bagi kami orang pesantren, itu adalah barokah doa ibu," katanya.

Ritual Icha yang selalu menelepon ibunya meminta doa restu sesaat sebelum make-up panggung dimulai adalah bukti nyata bahwa sebersinar apa pun mereka di luar negeri, akar mereka tetaplah anak yang berbakti.

Baca Juga: Setujui Bahas 6 Raperda, DPRD Jember Beri Catatan Kritis: Jangan Sampai BUMD Malah Caplok Usaha Wong Cilik!

Gus Fawait meyakini, ​kisah Icha Yang dan Chelsea Olivia adalah sepenggal potret dari ribuan potensi tersembunyi di sudut-sudut Jember. Mereka telah membuktikan bahwa modal tekad dan restu orang tua sudah lebih dari cukup untuk mengguncang dunia.

"Jember ternyata menyimpan banyak talenta luar biasa, tugas kami mendukung, memberi ruang, dan membuka jalan. Agar bisa terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak orang," imbuh orang nomor satu di Jember itu. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#penyanyi jember #Berita Jember #Talenta Muda #Pendapa Wahyawibawagraha #Gus Fawait