Radar Jember - Sejumlah kiai sepuh dan tokoh penting pesantren tampak duduk bersahaja di tengah pelayat yang terus berdatangan.
Di sela lantunan doa yang mengalun pelan, suasana haru tak bisa disembunyikan saat nama Prof Dr Hepni disebut sebagai sosok yang telah berpulang pada usia 57 tahun.
Nama-nama besar dari kalangan NU hadir memberikan penghormatan terakhir.
Di antaranya Pengurus PBNU KH Abdullah Syamsyul Arifin (Gus Aab), Pengasuh PP Al Azhar KH Hamid Hasbullah, Gus Mamak, Pengasuh PP Nurul Islam KH Muhyiddin Abdusshomad, Gus Firjaun, KH Ahmad Nasihin, KH Baihaqi Kalisat, Prof KH Halim Soebahar, hingga KH Lutfi Cangkring.
Baca Juga: Prof Hepni Berpulang, UIN KHAS Jember Berduka
Selain para tokoh pesantren, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember, Dr Santoso, juga tampak hadir.
Sejak pagi, para kiai dan pejabat silih berganti datang, membuat suasana duka terasa kian padat oleh doa dan penghormatan.
Di antara para pelayat, KH Muhammad Balya Firjaun atau Gus Firjaun mengaku kehilangan sosok yang selama ini ia kenal sebagai pribadi sederhana.
Ia menilai Prof Hepni tidak pernah membangun sekat dengan siapa pun, baik di lingkungan akademik maupun pesantren.
“Beliau orang yang baik, rendah hati, dan mudah sekali berbaur dengan siapa pun tanpa memandang status sosial,” ujar Gus Firjaun.
Menurutnya, kesederhanaan itu justru menjadi ciri paling kuat dari almarhum.
Dalam banyak kesempatan, Prof Hepni disebut selalu menempatkan diri sebagai bagian dari siapa pun yang ia temui, bukan sebagai figur yang berada di atas.
“Komunikasinya enak, terbuka, dan tidak pernah terlihat menjaga jarak,” tambahnya.
Wakil Bupati Jember era Bupati Jember Hendy Siswanto itu juga turut mengiringi prosesi penghormatan terakhir hingga jenazah disemayamkan.
Di tengah suasana duka yang terus mengalir, para pelayat terus berdatangan sambil memanjatkan doa. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh