Radar Jember – Kualitas pasokan listrik di Kabupaten Jember masih menghadapi tantangan. Salah satunya karena sistem jaringan yang digunakan masih didominasi pola radial, yakni jaringan yang hanya mendapat suplai dari satu sumber.
Kondisi tersebut dinilai lebih rentan mengalami penurunan tegangan maupun pemadaman ketika terjadi gangguan di sepanjang jalur distribusi.
Dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Unmuh Jember Dr Muhammad Aan Auliq menjelaskan, karakter jaringan radial memiliki kelemahan berupa potensi terjadinya voltase drop atau penurunan tegangan. Terutama pada pelanggan yang berada di ujung jaringan.
Baca Juga: Siapa Sangka Ada Lapangan Berstandar FIFA di Jember! Ternyata Disini Lokasinya
“Penyebabnya adalah panjang saluran distribusi yang cukup jauh atau kilometer sirkuit (KMS) yang tinggi,” terangnya.
Menurut dia, semakin panjang jalur distribusi, maka peluang terjadinya tegangan turun akan semakin besar.
Kondisi tersebut dapat dijumpai pada sejumlah penyulang (feeder) dengan cakupan wilayah luas.
“Kalau ada gangguan di satu titik, seluruh pelanggan setelah titik itu bisa ikut padam karena hanya disuplai dari satu sumber,” ujarnya.
Aan menerangkan, solusi dari sisi penyedia listrik adalah melakukan rekonfigurasi jaringan dari sistem radial menjadi sistem loop.
Dalam pola loop, pelanggan memperoleh pasokan dari dua sumber berbeda sehingga ketika salah satu jalur mengalami gangguan, maka suplai listrik masih dapat dialihkan dari jalur lainnya.
Dengan sistem tersebut, wilayah terdampak pemadaman listrik dapat dibatasi hanya pada area yang sedang mengalami gangguan atau perawatan.
Selain meningkatkan kualitas tegangan, perubahan ke sistem loop juga berpengaruh terhadap keandalan jaringan yang diukur melalui indikator durasi dan frekuensi padam pelanggan setiap tahun.
Namun, penerapan jaringan loop membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Karena itu, menurut Aan, belum semua wilayah dapat menerapkannya.
“Kalau layanan prioritas, suplai memang dari dua sumber sehingga angka padamnya sangat kecil,” katanya.
Dampak dari tegangan yang tidak stabil maupun pemadaman berulang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Peralatan elektronik rumah tangga seperti televisi, kulkas, hingga perangkat elektronik lainnya berisiko mengalami kerusakan akibat perubahan tegangan, gangguan frekuensi 50 hertz, maupun harmonisa pada sistem kelistrikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Info Lantas Jember: Truk Muatan Buah Naga Nyaris Masuk Sungai, Begini Kronologinya
Untuk meminimalkan risiko tersebut, Aan menyarankan masyarakat menambah perangkat pengaman pada instalasi rumah.
Di antaranya menggunakan UPS, Automatic Voltage Regulator (AVR), serta perangkat surge protector untuk meredam lonjakan tegangan saat listrik kembali menyala.
Selain itu, MCB yang telah terpasang di rumah juga menjadi bagian dari sistem proteksi. Sebagai langkah antisipasi terhadap pemadaman, masyarakat juga dapat menyiapkan sumber energi cadangan seperti panel surya atap (rooftop).
“Banyak cara yang bisa dilakukan konsumen agar peralatan listrik tetap aman meskipun terjadi fluktuasi tegangan,” pungkasnya. (dhi/dwi)
MENGENAL JARINGAN RADIAL DI KELISTRIKAN
Jaringan radial adalah jenis topologi sistem distribusi listrik yang paling sederhana dan ekonomis. Dinamakan "radial" karena energi listrik dipasok dari satu sumber pusat dan didistribusikan secara bercabang (seperti jari-jari roda) ke arah titik-titik beban pelanggan tanpa adanya jalur alternatif atau ikatan balik.
Karakteristik Utama
- Satu Arah (Unidirectional): Aliran daya listrik murni berasal dari satu gardu induk menuju konsumen.
- Biaya Rendah: Membutuhkan investasi kabel dan material yang paling sedikit sehingga menjadi konfigurasi yang paling murah.
- Pengoperasian Mudah: Perencanaan dan pemeliharaannya sangat simpel dan mudah dipahami.
Kelemahan Utama
- Keandalan Rendah: Jika terjadi gangguan pada saluran utama (penyulang utama), seluruh pelanggan di titik cabang atau sesudahnya akan mengalami pemadaman total karena tidak ada cadangan pasokan.
- Drop Tegangan: Tegangan di ujung saluran beban yang paling jauh cenderung lebih rendah daripada di dekat gardu induk.