Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Geger Mati Lampu Pas Azan Magrib! Warga Jenggawah Jember sampai Kelabakan Berburu Lilin ke Warung Kopi!

Jumai RJ • Jumat, 12 Juni 2026 | 04:30 WIB
NYALAKAN LILIN: Wahyu, pemilik warung di Dusun Curahbuntu, Desa/Kecamatan Jenggawah, terpaksa menyalakan lilin saat terjadi pemadaman listrik pada Rabu (10/6) malam. (JUMAI/RADAR JEMBER)
NYALAKAN LILIN: Wahyu, pemilik warung di Dusun Curahbuntu, Desa/Kecamatan Jenggawah, terpaksa menyalakan lilin saat terjadi pemadaman listrik pada Rabu (10/6) malam. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Cahaya lilin tampak berkelip di sejumlah warung dan rumah warga di Dusun Curahbuntu dan Dusun Babatan, Desa/Kecamatan Jenggawah, Rabu (10/6) malam.

Saat azan Magrib berkumandang, aliran listrik mendadak padam tanpa pemberitahuan, membuat kawasan tersebut seketika gelap gulita.

Warga yang tidak memiliki genset terpaksa mengandalkan lilin sebagai penerangan. Sebagian, warga lainnya yang tidak punya lilin, merasa bingung membeli lilin di mana. Sebab, tak semua toko klontong berjualan lilin.

Baca Juga: Geger Gumukmas Jember! Laporan Penemuan Jasad di Rumah Kosong Justru Menyeret Anak Kandung Pelapor

“Beberapa kali orang mau beli lilin di sini. Padahal, warung saya ini jualan cemilan dan kopi,” ungkap Wahyu, pemilik warung kopi.

Walau pemadaman listrik, Wahyu masih punya penerangan berupa lilin. “Pemadaman malam hari baru sekali ini. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar Wahyu kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurutnya, listrik padam tepat saat Magrib dan berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut membuat warungnya yang biasanya ramai pembeli mendadak gelap. “Yang penting ada penerangan walaupun hanya menggunakan lilin,” tuturnya.

Wahyu mengatakan, warga yang memiliki genset masih bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, warga lainnya terpaksa membeli lilin untuk kebutuhan penerangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi di wilayah Dusun Curahbuntu, Dusun Gayasan A, dan sejumlah kawasan lain di Desa/Kecamatan Jenggawah.

Baca Juga: Ngopi Bareng Teman Lama Berujung Maut, Luka Lama Perundungan Diduga Picu Pembunuhan di Gumukmas Jember

Yahya, seorang pengendara motor yang ditemui di salah satu warung kopi di Dusun Curahbuntu, mengatakan pemadaman terjadi bertepatan dengan azan Magrib. “Padam pas azan Magrib. Baru kali ini terjadi pada malam hari,” ujarnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sepanjang jalan di kawasan tersebut tampak gelap. Hanya beberapa toko sembako, toko jamu, serta dapur MBG yang tetap beroperasi menggunakan genset.

Sementara itu, sejumlah warung makan seperti penjual sate dan bakso terpaksa menyalakan lilin agar tetap dapat melayani pelanggan.

Kondisi semakin terasa karena di sepanjang ruas jalan tersebut belum tersedia penerangan jalan umum (PJU).

Warga berharap pemerintah dapat menambah fasilitas PJU di wilayah tersebut sehingga kondisi jalan lebih terang dan aman saat malam hari, terutama ketika terjadi pemadaman listrik. Sementara, kondisi di kota Jember pada Rabu (10/6) juga terdapat pemadaman. 

Baca Juga: Satgas MBG Jember Buka Jalur Pengaduan, Warga Diminta Aktif Laporkan Kejanggalan via Wadul Guse

“Mati listrik itu sejak Sore. Sekitar Magrib sudah nyala. Tapi, voltase nya tidak stabil. Semua peralatan listrik saya cabut, khawatir merusak elektronik. Listrik kembali stabil sekitar jam 7.30 malam,” ungkap Aprillia Putri warga Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Berita Jember #pemadaman aliran listrik #listrik padam #Jenggawah