Radar Jember - Senyum para perempuan lanjut usia itu terlihat sejak memasuki Pendapa Kelurahan Sumbersari. Ada yang datang sambil menggandeng temannya, ada pula yang langsung mencari kursi sembari melempar candaan ringan.
Di usia senja, mereka tampak menikmati pertemuan sederhana yang membuat suasana pagi terasa lebih hangat. Bagi para lansia itu, Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk kembali merasa dekat dengan banyak orang.
Sekitar 30 anggota aktif mengikuti kegiatan Selantang BKL ABH Smart tersebut. Mereka datang dengan semangat yang sama, ingin tetap sehat, aktif, dan memiliki kegiatan positif di tengah rutinitas sehari-hari.
Di tempat itu, para peserta tak hanya mendengarkan materi, tetapi juga menemukan lingkaran pertemanan baru yang membuat hari-hari terasa lebih berwarna. Suasana akrab begitu terasa sebelum kegiatan dimulai.
Sebagian peserta sibuk bertukar cerita keluarga, sementara yang lain saling bercanda soal aktivitas di rumah. Bahkan, di tempat itu ada yang sama-sama tertawa setelah cerita kelucuan sang cucu.
Hal-hal sederhana seperti itu ternyata menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para lansia yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu sendirian.
Kesepian memang kerap menjadi persoalan yang tidak banyak disadari pada usia lanjut. Anak-anak yang mulai sibuk bekerja atau tinggal terpisah membuat sebagian lansia kehilangan ruang berbagi cerita.
Kehadiran Selantang perlahan menjadi tempat untuk mengikis rasa sepi tersebut. Mereka punya teman sebaya untuk berbincang dan merasa tetap diperhatikan.
Ketua Selantang Kelurahan Sumbersari, Lala Syahri, mengatakan antusiasme peserta terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, banyak lansia yang kini terlihat lebih percaya diri dan bersemangat setelah rutin mengikuti kegiatan.
Menurutnya, Selantang ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang kebersamaan. Para lansia merasa lebih dihargai, lebih percaya diri, dan tetap memiliki peran di lingkungan. “Kami ingin mereka tetap aktif dan bahagia di usia senja,” ujarnya.
Dalam setiap pertemuan, peserta mendapatkan berbagai materi ringan mulai dari pola hidup sehat, kebugaran fisik, hingga penguatan mental dan spiritual. Metode pembelajaran dibuat santai dan menyenangkan agar mudah dipahami para peserta.
Aktivitas sosial seperti itu dinilai penting bagi kesehatan mental dan daya ingat lansia. Interaksi rutin, percakapan, hingga kegiatan yang melibatkan kemampuan berpikir dipercaya membantu menjaga fungsi kognitif tetap aktif.
“Lingkungan sosial yang hangat juga dapat membantu menurunkan risiko demensia karena para lansia terus terlatih untuk berkomunikasi dan bersosialisasi,” imbuhnya.
Harapannya, Selantang tidak hanya menjadi ruang belajar bagi lansia, tetapi juga tempat yang membuat mereka tetap merasa ditemani.
Lewat pertemuan rutin dan kebersamaan sederhana, para lansia diharapkan bisa tetap aktif, bahagia, serta terhindar dari rasa kesepian yang kerap datang seiring bertambahnya usia. (dhi/nur)
Sejumlah Kegiatan yang Dapat Dilakukan Lansia agar Tak Kesepian dan Dimensia:
1. Latihan Otak (Stimulasi Kognitif)
· Bermain teka-teki silang, sudoku, menyusun puzzle, alat music, catur.
· Mengerjakan aktivitas mengingat, seperti menghafal nama-nama ibu kota.
2. Olahraga Ringan (Menjaga Kebugaran)
· Senam lansia atau peregangan ringan setiap pagi, jalan santai di sekitar rumah.
· Latihan keseimbangan seperti Tai Chi atau yoga, atau olahraga ringan.
3. Kegiatan Hobi dan Kreatif
- Berkebun: Menyiram tanaman, merawat bunga, atau menanam sayuran.
- Seni kriya: Merajut, melukis, atau merangkai bunga.
4. Interaksi Sosial (Mencegah Kesepian/Rasa Sepi)
- Mengobrol santai atau bernostalgia sambil melihat foto-foto lama.
- Rutin mengikuti kegiatan ibadah atau pengajian di lingkungan sekitar.
- Mendengarkan musik atau menonton acara favorit bersama anggota keluarga.
- Ikut komunitas warga/senam lansia di fasilitas kesehatan atau balai setempat.
Editor : Imron Hidayatullahh