Radar Jember - Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jember ikut turun melakukan penelusuran terkait dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa taman kanak-kanak di Kecamatan Kaliwates.
Penelusuran dilakukan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok Kaliwates yang memproduksi makanan bagi para siswa terdampak.
Petugas Balai POM mendatangi dapur pengolahan makanan untuk melihat langsung alur produksi hingga distribusi makanan kepada siswa.
Baca Juga: Anggaran MBG 2026 Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, BGN Tegaskan Distribusi Siswa Lima Hari Saja!
Pemeriksaan difokuskan pada bagaimana proses pengolahan dilakukan. Mulai dari tahapan memasak, penyimpanan, hingga penyaluran makanan kepada penerima manfaat.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai POM di Jember, Yusita Harminingsih mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengambilan sampel makanan untuk pengujian laboratorium.
Sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jember.
“Penelusuran dari BPOM lebih kepada cara atau prosedur bagaimana pengolahan makanannya,” ujarnya.
Menurut Yusita, proses penyediaan makanan dalam program MBG tergolong kompleks. Sebab, itu dilakukan dalam jumlah besar dan harus didistribusikan ke banyak lokasi.
Oleh karena itu, setiap tahapan harus dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima siswa.
Dia menegaskan, setiap dapur MBG atau SPPG wajib memiliki SOP yang jelas dalam setiap proses produksi makanan. SOP itu penting untuk memudahkan evaluasi jika sewaktu-waktu muncul persoalan serupa.
“SPPG seharusnya wajib memiliki SOP di dalam setiap kegiatan atau proses. Jadi nanti akan dapat ditelusuri kalau misalnya ada kejadian yang seperti ini lagi. Apakah ada kesalahan di proses atau kegiatan yang mana,” terangnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Jember telah menyidak SPPG yang berada di Jalan Teratai Kecamatan Kaliwates tersebut, Kamis (21/5).
Itu setelah munculnya kasus keracunan yang dialami sedikitnya 22 siswa TK yang mengonsumsi porsi kecil menu MBG tersebut pada Rabu (20/5).
Adapun menu itu berisi nasi, ayam suwir bumbu kuning, tahu crispy, mentimun, dan susu. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh