Radar Jember – Suasana haru yang seharusnya mengiringi persiapan akad nikah di Perum Griya Panti Raya, Desa Panti, mendadak berubah jadi kepanikan.
Api tiba-tiba berkobar dari dapur rumah Siswo, 57, saat warga sibuk memasak untuk hajatan pernikahan, kemarin (22/5) pagi.
Dalam hitungan menit, kobaran api melalap atap rumah berbahan bambu dan membuat para tamu berlarian menyelamatkan diri.
Riuh persiapan manten yang semula dipenuhi aroma masakan, mendadak berganti teriakan minta tolong.
Baca Juga: 20 Hari Diluncurkan, KA Sangkuriang Jadi Primadona Baru Masyarakat di Daop 9 Jember
Tiga orang mengalami luka bakar saat berusaha menjinakkan api yang diduga berasal dari kompor gas LPG.
Beruntung, api tidak sampai merembet ke rumah lain meski sempat membesar hingga ke bagian tengah rumah yang juga dipakai untuk persiapan acara akad nikah.
Kapolsek Panti AKP Agus Idam Khalid mengatakan, kebakaran terjadi saat sejumlah warga sedang memasak untuk kebutuhan hajatan pernikahan anak Sumarni yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Siswo.
Karena persiapan cukup besar, rumah Siswo turut dipakai sebagai lokasi kegiatan memasak dan acara keluarga.
Baca Juga: Kajian Islam Cari Arah Baru, UIN KHAS Jember Lahirkan Gagasan untuk Membuka Prospek Studi Islam
“Api muncul saat kompor dinyalakan untuk memasak. Kobaran langsung menyambar bagian atap rumah yang terbuat dari bambu dan cepat membesar,” ujarnya.
Warga yang berada di dalam rumah panik dan berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil menyiram air ke titik kebakaran.
Namun kobaran api telanjur membesar hingga melukai tiga orang yang berada di area dapur.
Petugas Polsek Panti yang menerima laporan segera menghubungi Pos Damkar Rambipuji.
Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil menjinakkan api sebelum merembet ke rumah warga lainnya.
“Tiga korban mengalami luka bakar karena berusaha memadamkan api di lokasi memasak,” tambah Idam.
Korban luka masing-masing Sundari Asih, 45, dan Azis, 50, mengalami luka bakar di bagian wajah dan harus dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember.
Sedangkan Andi Seno Nugroho, 44, warga Kelurahan Gebang, Patrang, menjalani perawatan di Puskesmas Panti.
Meski sempat diwarnai musibah kebakaran, prosesi akad nikah tetap berlangsung di sekitar lokasi rumah yang terbakar. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh