Radar Jember – Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar se- Jember rampung digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al Qodiri, kemarin (20/5).
Ratusan pelajar SD dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Ajang tahunan itu menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat, kreativitas, sekaligus keberanian tampil di bidang seni dan sastra.
Ratusan peserta itu tampil pada berbagai cabang lomba. Mulai dari menyanyi solo, mendongeng, tari, pantomim, gambar bercerita, kriya, hingga menulis cerita. Para siswa tampak percaya diri menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan penonton.
Baca Juga: Muncul Dugaan Pemalsuan Ttd P-APBDes di Jember! BPD Karangsono Diperiksa
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahjono mengatakan, FLS3N bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi menjadi sarana penting dalam mengembangkan potensi dan karakter anak sejak usia dini.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik semata, melainkan juga harus memberi ruang bagi pengembangan seni, budaya, dan kreativitas peserta didik.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya. Seni mampu membentuk karakter, rasa percaya diri, kerja keras, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.
Arief menilai dukungan sekolah dan keluarga memiliki peran besar dalam perkembangan talenta anak. Karena itu, Dispendik Jember mengapresiasi para guru pendamping dan sekolah yang terus memberi kesempatan siswa untuk berkembang di bidang non akademik.
Menurutnya, keberanian anak untuk tampil di depan umum menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri sejak dini. Ajang seperti ini juga diharapkan mampu memunculkan bibit-bibit seniman muda berbakat dari Jember.
Selain menjadi wadah kompetisi, FLS3N juga bagian dari komitmen dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan talenta siswa. Pihaknya terus mendorong sekolah agar lebih aktif memberikan ruang kreativitas kepada peserta didik melalui kegiatan seni dan budaya.
Dengan begitu, siswa tidak hanya berkembang dari sisi pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan berekspresi yang baik. Ini untuk menciptakan generasi muda yang kreatif dan berprestasi.
Ia berpesan agar siswa tetap semangat mengembangkan bakat yang dimiliki tanpa takut mencoba dan berkarya. Menurutnya, menang atau kalah bukan menjadi tujuan utama.
“Paling penting adalah keberanian untuk tampil, belajar, dan terus berkembang menjadi anak-anak hebat yang membanggakan Jember,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh