Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gerakan Jemput Bola! Mobil Perpuskel Jember Rutin Mangkal di CFD Alun-Alun Tiap Weekend biar Makin Dekat Warga!

Sidkin • Senin, 18 Mei 2026 | 04:00 WIB
MEMBACA DI TEMPAT: Aktivitas masyarakat membaca buku di perpustakaan daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember, Januari lalu. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
MEMBACA DI TEMPAT: Aktivitas masyarakat membaca buku di perpustakaan daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember, Januari lalu. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Membangun budaya membaca ternyata tidak cukup hanya mengandalkan perpustakaan daerah.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jember mulai mendorong kolaborasi lebih luas dengan sekolah hingga perpustakaan swasta agar budaya literasi tidak berhenti di ruang baca semata.

Pustakawan Ahli Madya Dispusip Jember Fatchur Rochman mengatakan, kerja sama dengan sekolah terus diperluas dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Universitas Jember dan Mahasarakham University Thailand Kolaborasi Pembelajaran Pengolahan Kopi di RAISA

Sejumlah SD, MI, SMP, MTs, SMA, hingga MA di Jember telah menjalin kolaborasi dengan Perpusda. Menurutnya, perpustakaan sekolah memiliki posisi penting karena menjadi ruang awal anak-anak mengenal kebiasaan membaca.

“Beberapa sekolah telah kerja sama dengan kami, khususnya peminjaman buku melalui program Bulir (Buku Bergilir, Red) dan pembinaan perpustakaan,” ujarnya.

Melalui pola pendampingan itu, Perpusda ingin memastikan perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi ruangan penuh rak buku yang sepi pengunjung.

Sekolah didorong lebih aktif menghadirkan kegiatan literasi agar siswa terbiasa membaca sejak dini. Sebab, tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal ketersediaan buku, melainkan bagaimana membangun kebiasaan membaca di tengah gempuran teknologi dan media sosial yang serba cepat.

Tidak hanya menggandeng sekolah, Dispusip juga mulai mendorong perpustakaan lain seperti perpustakaan kampus, perpustakaan komunitas, hingga perpustakaan swasta agar lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: Misi Sakral Naik Kasta: Persid Jember Siap Ladeni Invasi Kuat Duo Papua dan Persena Nagekeo di Kandang Sendiri

Salah satu gagasan yang kini mulai dibicarakan adalah membuka layanan perpustakaan pada akhir pekan. Langkah itu dinilai penting karena banyak masyarakat justru memiliki waktu luang untuk membaca saat Sabtu dan Minggu.

“Untuk program buka weekend, sifatnya masih diskusi antar-person saja,” kata Fatchur.

Selain memperkuat layanan sendiri, Perpusda juga mulai berupaya ikut mempromosikan keberadaan perpustakaan lain di Jember agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan ruang belajar.

Sementara itu, layanan perpustakaan keliling milik Dispusip masih rutin hadir di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Jember setiap akhir pekan.

Kehadiran mobil perpustakaan di ruang publik juga menjadi cara agar budaya membaca terasa lebih dekat dan akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Dispusip Jember #perpustakaan keliling #minat baca #literasi