BANJARSENGON, Radar Jember - Warga yang tinggal di Lingkungan Krajan, RT 001 RW 001, Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang mendadak panik. Rumah milik Deni Heru Kuswanto, 31, warga setempat terbakar pada Sabtu (9/5) pukul 13.00.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, rumah beserta isi rumah terbakar. Kebakaran diketahui oleh anak korban.
Anak korban saat mau mandi mendengar suara letupan dari luar. Ternyata asap dan api mulai membakar dinding hang dari dinding bambu.
Baca Juga: Update Laka Lantas Jember: Putar Balik, Honda Mobilio Tertabrak Pemotor
Saksi bernama Choirun Nisa, 10, langsung berteriak hingga terdengar warga. Selanjutnya warga yang mendengar teriakan menuju rumah korban.
Warga yang berusaha memadamkan api, tetapi api terus membesar dan membakar seluruh bangunan. Karena saat rumah terbakar dalam kondisi kosong karena ditinggal kerja.
Api yang terus membesar hingga ada warga yang melaporkan ke Polsek dan Posko Damkar di Jember.
Sebelum damkar datang, memang sudah dilakukan pemadaman, tetapi api terus membesar.
Kapolsek Patrang AKP Suparman mengatakan, kebakaran rumah milik korban itu saat ditinggal kerja. Kebetulan dirumah ada anak korban.
“Saat anak korban mau mandi mendengar letupan, setelah keluar api sudah membakar dinding dari bambu. Api mulai membesar dan anak korban berteriak minta tolong,” katanya.
Tetapi upaya warga yang melakukan pemadaman dengan menyiram dan pertolongan lainnya api tetap membesar.
Selanjutnya api yang membakar rumah baru bisa padam setelah mobil damkar tiba dilokasi melakukan pemadaman, kata Suparman.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Kebakaran rumah milik korban akibat gas LPG bocor.
“Beruntung saat api mulai membakar, diketahui oleh anak korban. Anak korban berteriak meminta tolong,” imbuh Suparman.
Akibat kejadian korban mengalami kerugian puluhan juta. Dari lokasi petugas mengamankan tabung gas LPG yang menjadi penyebabnya. “Kami mengimbau kepada warga yang hendak keluar rumah untuk selalu ngecek seperti kompor, cop listrik dan barang yang mudah terbakar,” pungkas Suparman. (jum/nur)
Editor : M. Ainul Budi