Radar Jember - Kanit lantas Polsek Silo Ipda Muhamad Ikbal mengatakan, mobil sempat menghantam sejumlah pohon kopi milik warga sebelum akhirnya tertahan pohon durian di dasar jurang.
“Mobil terguling beberapa kali dan akhirnya bersandar di pohon durian dengan posisi miring ke kanan. Bagian kap depan mengalami kerusakan cukup parah,” ujarnya.
Menurut Ikbal, proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama karena medan lokasi sangat terjal dan licin.
Baca Juga: Spoor Putar, Warisan Teknologi Perkeretaapian Era Belanda yang Masih Bertahan di Daop 9 Jember
Selain berada di area perkebunan kopi, sejumlah pipa saluran air bersih di lokasi juga rusak sehingga membuat tanah menjadi becek.
Evakuasi bangkai kendaraan dilakukan menggunakan derek manual milik Hariyanto, warga Sempolan, Kecamatan Silo.
Petugas bersama relawan harus ekstra hati-hati karena posisi kendaraan berada di tebing curam dan tersangkut di pohon durian.
“Proses evakuasi cukup sulit karena medan jurang curam dan banyak tanaman kopi,” katanya.
Selain kondisi medan yang berat, Jalur Gumitir juga dinilai minim fasilitas keselamatan jalan.
Baca Juga: KUMUH! Kalau Tidak Dipakai Bongkar Saja, Lapak PKL Pasar Sabtuan Jember Bikin Wajah Jalan Ikut Kusam
Di sekitar lokasi kecelakaan, tepatnya di tikungan depan Cafe Mrawan, tidak terdapat pagar pengaman maupun lampu penerangan yang memadai.
Relawan Gumitir, Sahrul, mengatakan pagar pengaman di lokasi sudah lama hilang akibat sering tertabrak kendaraan yang mengalami kecelakaan tunggal.
“Patok beton pembatas jalan juga banyak yang hilang karena sering tertabrak kendaraan,” ujarnya.
Menurutnya, selain minim penerangan, sejumlah rambu lalu lintas dan rambu petunjuk arah di sepanjang Jalur Gumitir juga mulai rusak dan buram sehingga kurang terlihat jelas, terutama pada malam hari.
Ipda Muhamad Ikbal mengimbau pengendara yang melintas di Jalur Gumitir agar lebih berhati-hati, khususnya saat malam hingga dini hari.
Baca Juga: SENANGNYA! Akhirnya Warga Desa di Kabupaten Jember Ini Punya Jembatan Gantung
“Pengendara harus lebih waspada karena kondisi jalan banyak tikungan, minim penerangan, dan tidak semua titik memiliki pagar pengaman,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh