Radar Jember - Kepala Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, menjelaskan bahwa setiap jemaah akan dibekali gelang identitas saat berada di embarkasi.
Gelang tersebut bukan sekadar penanda biasa, melainkan terintegrasi dengan data penting jemaah yang memudahkan petugas melakukan pemantauan.
Informasi dalam gelang itu selaras dengan data pada kartu nusuk (smart card) yang digunakan selama di Arab Saudi.
Dengan begitu, identitas, kondisi kesehatan, hingga asal jemaah dapat diketahui dengan cepat oleh petugas ketika dibutuhkan, termasuk dalam situasi darurat.
“Di embarkasi nanti ada pemberian gelang identitas. Data yang tertera juga terkoneksi dengan kartu nusuk, sehingga memudahkan proses identifikasi jemaah,” ujar Nur Sholeh, Senin (4/5).
Menurut dia, sistem ini menjadi bagian dari mitigasi menyeluruh yang disiapkan sejak awal.
Terutama bagi jemaah lansia dan kategori risiko tinggi, keberadaan gelang identitas sangat membantu dalam pengawasan dan penanganan cepat jika terjadi kendala kesehatan.
Ia menegaskan, kategori risiko tinggi tidak hanya ditentukan oleh usia. Ada jemaah lansia yang kondisinya bugar, sementara sebagian jemaah usia produktif justru memiliki penyakit penyerta yang membutuhkan perhatian khusus.
“Ada lansia tetapi tidak risiko tinggi. Sebaliknya, ada juga yang belum lansia namun sudah masuk kategori risiko tinggi. Semua akan dipantau sejak di embarkasi,” jelasnya.
Untuk memperkuat pelayanan, sebanyak 16 tenaga kesehatan disiagakan dalam kloter. Terdiri atas 9 dokter dan 7 perawat, mereka bertugas mendampingi sekaligus memantau kondisi jemaah sepanjang rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, total jemaah calon haji asal Jember yang telah tergabung dalam kelompok terbang mencapai 2.956 orang di luar petugas.
Jemaah termuda tercatat berusia 14 tahun dari Kecamatan Sumbersari, sedangkan yang tertua di atas 90 tahun berasal dari Kecamatan Puger.
“Dengan sistem identifikasi berbasis gelang dan kartu nusuk, kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan terpantau,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh