Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diterjang Banjir Hingga Putus! Warga Dua Desa di Jenggawah Kompak Bangun Jembatan Darurat Demi Akses ke Makam!

Jumai RJ • Jumat, 17 April 2026 | 18:58 WIB
KOMPAK: Warga Dusun Jatirejo, Desa Cangkring bersama warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, bergotong-royong memperbaiki jembatan yang putus akibat banjir. (JUMAI/RADAR JEMBER)
KOMPAK: Warga Dusun Jatirejo, Desa Cangkring bersama warga Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, bergotong-royong memperbaiki jembatan yang putus akibat banjir. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah Kecamatan Jenggawah Februari – Maret membawa dampak serius.

Sebuah jembatan penghubung sepanjang 8 meter dengan lebar 2 meter dilaporkan putus setelah diterjang banjir.

Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Jatirejo, Desa Cangkring dengan Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati.

Baca Juga: Cetak Prestasi Gemilang, Polije Borong Penghargaan dari KPPN Jember

Akibatnya, aktivitas warga terganggu karena harus memutar dengan jarak yang lebih jauh. Selain sebagai akses utama antar dusun, jembatan itu juga menjadi jalur menuju tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Jatirejo, Desa Cangkring.

Koordinator perbaikan jembatan, Siti, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi saat debit sungai meningkat drastis. Material bambu yang hanyut terbawa arus sungai menghantam bagian tengah jembatan hingga akhirnya putus.

“Jembatan putus setelah sungai banjir. Ada barongan bambu yang hanyut lalu menghantam bagian tengah jembatan,” ujarnya.

Untuk sementara, warga membuat jembatan darurat dari anyaman sesek bambu agar tetap bisa dilalui, terutama bagi warga yang hendak bekerja maupun ke pemakaman.

Baca Juga: Kepala BGN Dadan Hindayana Pakai Helikopter saat Kunjungan Kerja ke Jember

“Kalau ada warga yang meninggal dan rumahnya di barat sungai, sementara dimakamkan di timur, lewat jembatan darurat dulu,” jelasnya.

Perbaikan jembatan dilakukan secara gotong royong oleh warga dari dua dusun di dua desa tersebut. Pembangunan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan material seperti semen dan batu untuk pondasi.

Menurut Siti, jembatan yang diperbaiki kini dirancang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan agar tidak mudah rusak kembali.

“Jembatan sekarang ditinggikan, supaya kalau sungai besar saat hujan tetap aman,” tambahnya.

Meski masih dalam proses perbaikan, jembatan darurat tetap dimanfaatkan warga. Jalur tersebut cukup vital karena menjadi akses terdekat bagi pekerja, bahkan juga sering dilalui pengendara sepeda motor pada malam hari.

Gotong royong perbaikan jembatan ini melibatkan warga dari kedua dusun. Selain sebagai penghubung antarwilayah, jembatan tersebut juga menjadi akses penting menuju TPU setempat. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#jembatan putus #Jember #gotong royong #Jenggawah