Kapolsek Umbulsari AKP Setyono Budhi membenarkan kejadian tersebut. Insiden terjadi pada Senin (6/4) sekitar pukul 02.57 di halaman Dapur SPPG Tanwirul Ulum. “Benar, telah terjadi pencurian sepeda motor milik petugas dapur SPPG,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Info Laka Lantas Jember: Gara-gara Rem Blong, Truk Hantam Pengendara Motor
Korban diketahui bernama Trias Tika Yulia Ningrum, 27, warga Dusun Sumberjo, Desa Umbulsari. Ia merupakan karyawan SPPG Tanwirul Ulum. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap empat pelaku laki-laki yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Peristiwa bermula ketika korban datang untuk bekerja sekitar pukul 02.55 WIB. Ia memarkir sepeda motor Honda Beat bernopol P-4977-MS warna merah hitam di halaman depan dapur dalam kondisi terkunci setir, sebelum masuk ke dalam ruangan.
Tak lama kemudian, korban teringat ada barang tertinggal di dalam jok motornya. Ia pun kembali ke area parkir.
Namun, korban dibuat terkejut saat mendapati sepeda motor miliknya sudah dalam kondisi menyala dan hendak dibawa kabur oleh pelaku.
Korban sempat melakukan perlawanan dengan menarik kendaraan tersebut sambil berteriak meminta tolong. Aksi nekat itu memicu kepanikan pelaku. Salah satu pelaku lainnya yang berada di luar lokasi masuk dan langsung mengayunkan clurit ke arah korban.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka bacok pada lengan kanan. Warga yang mendengar teriakan korban segera berdatangan ke lokasi, sehingga para pelaku yang berjumlah empat orang langsung melarikan diri.
Baca Juga: Info Lalin Jember: Hendak Liburan ke Bondowoso, Mini Bus Ini Malah Terbakar di Jelbuk
Di tengah peristiwa tersebut, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi perhatian penting.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, Dadang Komarudin, menegaskan bahwa risiko kerja bisa terjadi kapan saja, termasuk kejadian tak terduga seperti ini.
“Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, pekerja bisa mendapatkan perlindungan, termasuk pembiayaan pengobatan akibat kecelakaan kerja maupun insiden yang terjadi saat berangkat atau pulang kerja,” jelasnya.
Pihaknya pun mengimbau seluruh pekerja untuk memastikan diri telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, beban biaya akibat risiko kerja dapat ditanggung, sehingga pekerja dan keluarga tetap terlindungi di tengah situasi yang tidak diharapkan. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi