Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jalan Alternatif juga Diuruk, Ini Kondisi Arus Lalin di Wuluhan Jember

Jumai RJ • Jumat, 10 April 2026 | 18:01 WIB
SEMPAT DIURUK: Jalan alternatif di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan sempat diuruk karena rusak dan licin pasca perbaikan jembatan. (JUMAI/RJ)
SEMPAT DIURUK: Jalan alternatif di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan sempat diuruk karena rusak dan licin pasca perbaikan jembatan. (JUMAI/RJ)

GLUNDENGAN, Radar Jember – Akses transportasi warga di Kecamatan Wuluhan, Kab. Jember sempat terganggu akibat ambrolnya Jembatan Curah Kenceng di Desa Glundengan.

Peristiwa tersebut membuat jalur utama ditutup total selama proses perbaikan berlangsung, sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalan alternatif.

Pengalihan arus ini memanfaatkan jalur penghubung antara Dusun Sumberejo dan Dusun Tanjungsari, Desa Glundengan.

Baca Juga: Salurkan 8 Ribu Ton Beras, Jember Jadi Kabupaten Terendah Penerima Bantuan Pangan se-Jatim

Namun, kondisi jalan alternatif yang belum beraspal menimbulkan persoalan baru. Intensitas kendaraan yang meningkat drastis menyebabkan permukaan jalan cepat rusak dan menjadi licin, terutama saat diguyur hujan.

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, warga bersama perangkat setempat mengambil inisiatif melakukan pengurukan jalan menggunakan material tanah dan batu.

Langkah tersebut dinilai penting agar jalur tetap bisa dilalui dengan aman oleh pengendara.

Tohari, Ketua RT 027 Dusun Sumberejo, menjelaskan bahwa sejak awal jembatan ambrol, kendaraan roda dua sebenarnya masih dapat melintas.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Surabaya Salurkan Bantuan Miliaran, Fokus Dorong Ekonomi Warga Jember

Namun, seiring dimulainya proses pembongkaran hingga perbaikan jembatan, seluruh arus lalu lintas akhirnya dialihkan ke jalur alternatif tersebut.

 “Awalnya sepeda motor masih bisa lewat, tetapi saat proses perbaikan berlangsung, semua kendaraan dialihkan ke jalan alternatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang licin sempat membahayakan pengguna, sehingga pengurukan menjadi solusi cepat yang dilakukan secara gotong royong. Upaya ini cukup membantu menjaga kelancaran mobilitas warga selama masa perbaikan berlangsung.

Beruntung, proses perbaikan Jembatan Curah Kenceng dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Saat ini, jembatan tersebut sudah kembali dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan, baik dari arah Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, maupun dari arah Balung. (jum/dwi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #jalan alternatif