Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gak Lagi Waswas! Normalisasi Sungai Dinoyo Jember Rampung, Warga Gugut Minta Pemasangan Bronjong Lanjut ke Area Sawah

Jumai RJ • Kamis, 9 April 2026 | 06:00 WIB
DIPASANG BRONJONG: Sejumlah pekerja memasang puluhan meter bronjong dari Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jatim di sekitar rumah warga Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji. (JUMAI/RADAR JEMBER)
DIPASANG BRONJONG: Sejumlah pekerja memasang puluhan meter bronjong dari Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jatim di sekitar rumah warga Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Banjir boleh saja sudah surut, tapi rasa waswas warga tak ikut hanyut begitu saja.

Ancaman longsor dan rumah ambruk sempat menghantui, hingga akhirnya pemasangan bronjong menjadi penenang di tengah kekhawatiran itu.

Banjir yang terjadi pada pertengahan Februari lalu, tepatnya Senin (2/3), merendam puluhan rumah warga di Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji.

Selain genangan, sejumlah rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.

Baca Juga: Update Cuaca Jember Kamis 9 April 2026: Potensi Hujan Sore Hari

Bahkan, satu rumah milik warga sempat berada di ujung ancaman ambruk setelah bagian pondasinya tergerus derasnya arus sungai.

Mengantisipasi banjir susulan, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Jatim bergerak cepat melakukan normalisasi Sungai Dinoyo sekaligus memasang ratusan bronjong di titik-titik rawan.

Ketua RT 003/RW 011 Dusun Krajan, Ali Purnomo, mengatakan pemasangan bronjong tersebut membuat warga kini merasa lebih tenang.

“Seperti rumah Pak Hariyanto yang sebelumnya sudah terancam ambrol. Pondasinya sempat menggantung karena terkikis banjir. Sekarang, setelah dipasang bronjong, warga sekitar sudah lebih tenang,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Komitmen dengan Tegas: Nasib PPPK Jember Aman Sampai 2027

Menurutnya, meski kondisi sungai masih kerap meluap, keberadaan bronjong cukup membantu menahan abrasi agar tidak kembali menggerus pekarangan warga.

Namun demikian, warga berharap penanganan tidak berhenti sampai di situ. 

Mereka meminta agar aliran sungai dikembalikan seperti semula dan pemasangan bronjong dilanjutkan, terutama di area persawahan yang mulai tergerus.

“Kalau tidak ditambah bronjong, sawah dan tanah warga bisa ikut terkikis saat banjir datang lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Sutrisno, warga Desa Suci, Kecamatan Panti yang bekerja memasang bronjong, menjelaskan bahwa total bronjong yang dipasang mencapai 216 unit dengan panjang sekitar 24 meter.

Pemasangan juga diperkuat dengan pancang pipa besi sedalam 4 meter.

Baca Juga: BRI Salurkan Ambulans untuk Muhammadiyah Tanggul Jember, Perkuat Layanan Kesehatan Warga

“Bronjong dibagi dalam beberapa sap dan diisi batu. Kendalanya kemarin di bahan, terutama batu yang harus didatangkan dari Lumajang karena sulit ditemukan di lokasi,” jelasnya.

Selain pemasangan bronjong, aliran Sungai Dinoyo juga dinormalisasi agar kembali ke jalur semula.

Ke depan, area yang lebih luas termasuk lahan pertanian direncanakan akan dipasangi bronjong, meski pelaksanaannya masih menunggu tahap berikutnya.

“Untuk saat ini yang diprioritaskan titik darurat dulu,” pungkasnya. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#bronjong #Jember #genangan #longsor lumajang #Banjir