Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bikin Banyak Pihak Kagum! Ini Rahasia Sukses KH Abdul Haris Hingga Dipercaya Kembali Nahkodai Majelis Ulama Indonesia Jember

M Adhi Surya • Senin, 6 April 2026 | 08:30 WIB
MUSDA MUI: KH Abdul Haris (dua dari kanan) kembali terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua MUI Jember. (MUI JEMBER)
MUSDA MUI: KH Abdul Haris (dua dari kanan) kembali terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua MUI Jember. (MUI JEMBER)

Radar Jember - Dr KH Abdul Haris kembali diamanahi memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember untuk periode 2026 - 2031.

Kepercayaan tersebut diberikan setelah kepemimpinannya pada periode sebelumnya dinilai mampu menjaga peran organisasi tetap aktif di tengah dinamika sosial keagamaan masyarakat.

Penetapan itu berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jember 2026 yang digelar di Gedung Business Education Center UIN KHAS Jember, Sabtu (4/4).

Forum tersebut dihadiri perwakilan ulama, tokoh organisasi masyarakat Islam, serta unsur akademisi dari berbagai lembaga di Jember.

Dalam sidang pleno Musda, Abdul Haris yang juga dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora UIN KHAS Jember, terpilih secara aklamasi.

Mekanisme tersebut ditempuh setelah mayoritas peserta forum menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan.

Ketua tim formatur, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab, mengatakan keputusan aklamasi diambil melalui sejumlah pertimbangan. “Kami melihat kepengurusan periode 2021–2026 mampu menjaga soliditas ulama serta merespons dinamika umat dengan baik, sehingga forum sepakat memberikan kepercayaan kembali,” ujarnya.

Selain menetapkan ketua umum, Musda juga menyusun komposisi pimpinan baru yang melibatkan berbagai unsur organisasi Islam dan kalangan akademisi.

Posisi wakil ketua umum diisi perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Muslimat, hingga akademisi. Sementara jabatan sekretaris kembali dipercayakan kepada Dr. KH Abdul Wahab.

Menanggapi amanah tersebut, Abdul Haris menyampaikan apresiasi atas dukungan peserta Musda.

“Amanah ini tentu bukan tugas ringan. Tantangan MUI ke depan semakin kompleks, terutama dalam menyampaikan fatwa yang kadang memunculkan pro dan kontra di masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan setiap fatwa yang diterbitkan MUI dilakukan melalui mekanisme yang jelas dan tidak berpihak.

“Fatwa MUI disusun secara independen, melalui kajian mendalam dan musyawarah para ulama, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan maupun keagamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. Hepni Zein berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran ulama di tengah masyarakat.

“MUI adalah rumah besar para ulama dan cendekiawan. Peran ulama sebagai pewaris nabi harus terus dioptimalkan untuk memberikan pencerahan kepada umat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan MUI diharapkan menjadi kompas kehidupan umat sekaligus rujukan dalam menjawab persoalan keagamaan di era arus informasi yang semakin cepat. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#majelis ulama idnonesia #mui jember #UIN KHAS Jember #MUI #Musda