Radar Jember – Malam Minggu yang seharusnya tenang berubah menjadi mimpi buruk bagi F, 15, pelajar kelas X SMK di Kecamatan Kencong.
Sekira pukul 23.00 pada Sabtu (28/3) lalu, sejumlah pemuda datang menjemput F dari rumahnya menggunakan motor tanpa sempat berpamitan dengan keluarga.
Beberapa jam kemudian ia pulang sendiri berjalan kaki dengan tubuh penuh lumpur, luka lebam, dan hanya mengenakan celana dalam.
Baca Juga: Pecah Rekor 5 Tahun! Pertumbuhan Ekonomi Jember Tembus 5,47 Persen, Lampaui Jatim Hingga Nasional!
Samiati, ibu korban, menuturkan, F baru tiba di rumah sekitar pukul 02.30 dini hari dalam kondisi memprihatinkan. Lebam dan luka lecet memenuhi tangan, bibir, kepala, hingga punggungnya.
"Lebam-lebam di tangan dan banyak yang luka beset. Di mulut juga ada, seperti ada bocor juga dibagian kepalanya," tuturnya.
Korban kemudian segera dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Dari keterangan Samiati dan video yang beredar, F dibawa ke area persawahan sepi di Bulakan Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang.
Diduga ini menjadi lokasi sekitar 10 pemuda melakukan pengeroyokan. Sementara, F mengaku dipukul, ditendang, bahkan kepalanya diinjak.
Setelah dianiaya, F ditinggal begitu saja dan terpaksa berjalan kaki tiga kilometer untuk pulang.
"Keterangan dari anak saya, mereka adalah dua teman SMP dulu dan 8 orang tidak kami kenal. Katanya dia dipukuli, ditendang, disuruh masuk parit, setelah dianiaya ditinggal oleh pelaku-pelakunya," ungkap Samiati.
Tak hanya kekerasan fisik, para pelaku juga menelanjangi F dan merekam aksinya, lalu menyebarkan video itu ke grup sekolah. Kejadian ini membuat F semakin terpukul dan enggan kembali masuk sekolah.
"Video anak saya tidak pakai baju dan cuma pakai celana dalam saat ditelanjangi disebar di grup sekolah. Jadi malu mau sekolah," terangnya.
Diduga Pemicunya Kesalahpahaman Asmara
Peristiwa ini diduga dipicu kesalahpahaman ketika ponsel F dipakai temannya mengirim pesan kepada seseorang yang diduga kekasih salah satu pelaku.
Hal itu membuat si penerima pesan tidak terima. Samiati pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Jombang.
"Ponsel anak saya dipakai temannya ngirim DM (pesan Instagram,Red) ke seseorang yang mungkin pacar dari salah satu pelaku. Tidak terima hanya gara-gara itu," bebernya.
Kanit Reskrim Polsek Jombang, Bripka Ahmad Makmur, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan penyelidikan sudah berjalan.
"Pemeriksaan awal sudah. Visum korban juga sudah. Selanjutnya kami selidiki lebih lanjut," ujarnya.
Terpisah, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang turut turun tangan. Kasi SMK Mohamad Khotib memastikan pihaknya akan menggali keterangan dari semua pihak.
"Pasti kami kroscek setiap informasi dalam masalah ini," tegasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh