Lokasi Dipagari, Korban Tetap Lewat Tepi Tebing
LOJEJER, Radar Jember – Debur ombak pagi di Pantai Papuma seharusnya menjadi latar indah untuk mengabadikan momen libur Lebaran.
Namun, dalam sekejap, suasana berubah mencekam ketika gelombang besar datang tanpa peringatan dan menyeret seorang pemuda ke tengah laut.
M Sheva Yusuf 22, warga Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan hilang setelah dihantam ombak saat berfoto di sekitar Bukit Siti Hinggil, Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, kemarin (28/3) sekitar pukul 05.45.
Pagi itu, korban bersama dua temannya, Fabe Satria Nagitara 22 dan Fabe Darmawan Nurroyan 14, nekat menuju area terlarang demi mendapatkan spot foto yang menarik.
Padahal, lokasi tersebut dikenal berbahaya dan telah dipasangi pagar serta papan larangan oleh petugas.
“Di lokasi sudah ada pagar dan tanda larangan agar pengunjung tidak masuk. Namun, masih saja ada yang nekat,” ujar Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko Dardak.
Korban datang ke Pantai Papuma bersama rombongan sekitar 13 orang dari LDII PAC Umbulsari sejak Jumat (27/3). Mereka mendirikan tenda dan bermalam di tepi pantai.
Namun tanpa sepengetahuan rombongan lainnya, korban bersama dua temannya pergi ke area Bukit Siti Hinggil pada pagi hari. Bahkan, ajakan korban untuk berfoto sempat ditolak oleh kedua temannya karena kondisi ombak yang cukup besar.
Baca Juga: Mobil Usai Isi BBM Terbakar di SPBU Sempolan Jember, Diduga Akibat Audio Masih Menyala
“Dua temannya sempat menolak. Tapi korban tetap maju. Saat itulah ombak besar datang dan menghantam,” jelas Kapolsek Wuluhan.
Gelombang kuat tersebut membuat korban terjatuh dan terseret arus ke tengah laut. Sementara dua temannya berhasil menyelamatkan diri setelah berusaha berenang ke tepi.
Kedua saksi yang selamat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pantai Papuma dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Hingga, kemarin siang, korban masih dalam pencarian. Tim gabungan dari SAR Pantai Papuma dan SAR Rimba Laut terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses pencarian terkendala kondisi ombak yang masih besar dan arus laut yang cukup kuat.
“Pencarian terus dilakukan. Kami juga mengimbau kepada pengunjung agar tidak memasuki area rawan maupun mandi di lokasi berbahaya,” tegas Handoko.
Handoko Dardak mengungkapkan, korban menuju lokasi di sekitar Bukit Siti Hinggil melalui jalur berbahaya, yakni menyusuri tepi tebing.
“Korban menuju lokasi dengan melewati pinggir tebing bukit. Padahal di sekitar lokasi sudah ada pagar dan tanda larangan agar pengunjung tidak masuk ke area tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan tersebut memang dikenal rawan dan sudah berulang kali dipasangi papan peringatan oleh petugas, termasuk dari SAR Pantai Papuma.
Namun, masih saja ada pengunjung yang nekat masuk demi berfoto. Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada para pengunjung agar tidak mandi maupun memasuki area berbahaya yang telah diberi tanda larangan.
“Kami minta pengunjung mematuhi rambu-rambu yang ada demi keselamatan,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : Dwi Siswanto