RADAR JEMBER – Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jember menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan.
Kepala DKUKMP Jember, Sartini, menyebut banyak desa—khususnya di kawasan padat penduduk—tidak lagi memiliki lahan kosong yang bisa digunakan untuk pembangunan koperasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Jember mengajukan permohonan pemanfaatan lahan kepada PT Perkebunan Nusantara I. Setidaknya terdapat sekitar 20 titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan.
“Memang ada kendala lahan. Karena itu kami ajukan permohonan ke PTPN untuk mendukung ketersediaan lokasi,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema grouping atau penggabungan antar desa. Skema ini memungkinkan beberapa desa membangun satu koperasi bersama di lokasi terdekat.
Langkah tersebut diharapkan bisa mempercepat realisasi target pembangunan, meskipun di tengah keterbatasan lahan yang ada.
Sartini menegaskan, program ini tetap menjadi prioritas karena perannya yang strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga: BeeFam’s Kembangkan Usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI
Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan
Sejak lama, koperasi menjadi tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan, sehingga keuntungan dapat dirasakan bersama.
Melalui program Koperasi Merah Putih, pemerintah berupaya menghidupkan kembali peran koperasi agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi modern di tingkat desa.
Baca Juga: INFO HAJI : Manasik Haji Jember 2026 Siap Digelar Usai Lebaran, Ini Jadwal dan Skemanya
Dengan berbagai solusi yang disiapkan, Pemkab Jember optimistis target pembangunan koperasi tetap dapat tercapai, meski harus menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Editor : Dwi Siswanto