Normalisasi Sungai Petung Tuntas: Aliran Baru Ditutup Bronjong, Warga Pakis Panti Kini Lebih Tenang

Jumai RJ • Dipublikasikan Selasa, 24 Maret 2026 | 05:00 WIB
AKHIRNYA DITUTUP: Aliran Sungai Petung di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, yang sempat membentuk aliran baru di sisi timur akhirnya ditutup di bagian hulunya menggunakan bronjong. (JUMAI/RADAR JEMBER)
AKHIRNYA DITUTUP: Aliran Sungai Petung di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, yang sempat membentuk aliran baru di sisi timur akhirnya ditutup di bagian hulunya menggunakan bronjong. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, mulai merasa tenang. Hal itu setelah aliran Sungai Petung yang sempat membentuk jalur baru akhirnya ditutup di bagian hulunya.

Penutupan aliran sungai baru tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Jatim, pihak kecamatan, muspika, serta pemerintah desa setempat.

Sejak banjir bandang yang terjadi pada akhir Januari 2022 lalu, Sungai Petung sempat terbelah menjadi dua aliran. Selain aliran utama, muncul aliran baru di sisi timur yang lebih dekat dengan permukiman.

Baca Juga: Respon Gus Fawait Terkait Ledakan di Masjid Patrang Jember: Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Spekulasi Berlebih

Keberadaan aliran baru ini membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi sering terdampak saat banjir terjadi. Bahkan pada Februari 2026 lalu, banjir bandang beberapa kali terjadi hingga air bercampur lumpur masuk ke rumah warga.

 Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan. Dua rumah di antaranya rusak parah dan hingga kini tidak lagi ditempati pemiliknya, yakni rumah milik almarhum Abdul Wahid 45 serta rumah milik Yuliayin 27.

Selain itu, dua rumah lainnya yang berada di dekat aliran sungai juga kerap terdampak banjir, yakni milik Mistiyono 54.

 Setiap kali Sungai Petung meluap, mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti Polindes atau rumah kerabat.

Baca Juga: Begini Kata Kapolda Jatim Usai Tragedi Ledakan Masjid di Jember

Mistiyono mengatakan, sejak dilakukan normalisasi oleh Dinas PUSDA Jatim dan aliran sungai baru ditutup, warga mulai merasa lebih tenang.

 “Bagian hulu sungai yang ada di sisi timur itu sudah ditutup menggunakan bronjong. Dengan dikembalikannya aliran sungai ke jalur semula, kami bersama keluarga merasa lebih tenang,” ujarnya.

Penutupan aliran sungai baru tersebut dilakukan dengan pemasangan ratusan bronjong sepanjang sekitar 80 meter di bagian hulu. Upaya ini diharapkan mampu mengarahkan kembali aliran air ke sungai utama sehingga tidak lagi melintasi area permukiman warga.

 “Sejak muncul sungai baru itu, setiap banjir pondasi rumah terus tergerus. Meski sudah dipasang bronjong, air tetap sering meluap sampai ke halaman rumah,” katanya.

Kini setelah aliran sungai dikembalikan ke jalur semula dan diperkuat dengan bronjong, warga berharap ancaman banjir tidak lagi terjadi seperti sebelumnya.

“Dengan kondisi sekarang kami berharap sudah lebih aman dan tidak lagi khawatir saat musim hujan,” pungkasnya. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember normalisasi sungai DPUSDA Jatim sungai petung banjir bandang