Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Upal Jelang Lebaran: Polres Jember Imbau Warga Gunakan Metode 3D Saat Transaksi Tunai

M Adhi Surya • Kamis, 19 Maret 2026 | 04:00 WIB
ANTISIPASI: Penjaga toko klontong Jalan Sumatera, Kecamatan Sumbersari, Faizal Efendi memasang uang palsu pecahan 100 ribu di etalase. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
ANTISIPASI: Penjaga toko klontong Jalan Sumatera, Kecamatan Sumbersari, Faizal Efendi memasang uang palsu pecahan 100 ribu di etalase. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Peredaran uang palsu atau upal perlu diwaspadai, terutama saat aktivitas transaksi meningkat seperti menjelang Idulfitri.

Satreskrim Polres Jember mengimbau warga lebih teliti ketika menerima uang tunai agar tidak menjadi korban maupun tanpa sadar ikut menyebarkan uang palsu.

Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma mengatakan, potensi peredaran upal selalu ada, terlebih pada momen tertentu ketika aktivitas jual beli meningkat di masyarakat.

Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melakukan transaksi secara tunai.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah. Cara paling sederhana adalah dengan menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Metode tersebut dapat membantu mengenali perbedaan antara uang asli dan uang palsu.

“Biasanya uang asli memiliki tekstur yang terasa lebih kasar pada bagian tertentu, seperti pada gambar utama dan angka nominal. Selain itu, terdapat tanda air yang terlihat jelas ketika diterawang,” ujarnya.

Angga menjelaskan, uang palsu umumnya memiliki kualitas cetakan yang kurang rapi.

Warna cenderung pudar atau tidak tajam, serta bahan kertas terasa lebih halus dan tipis dibandingkan uang asli.

Dia juga mengingatkan para pedagang, pelaku usaha kecil, hingga petugas parkir agar lebih berhati-hati.

Sebab, kelompok tersebut sering menjadi sasaran peredaran uang palsu karena aktivitas transaksi tunainya cukup tinggi.

Apabila masyarakat menemukan uang yang diduga palsu, diimbau tidak menggunakannya kembali dalam transaksi.

Sebaiknya uang tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian atau bank terdekat untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama waspada terhadap peredaran uang palsu. Jika menemukan atau mencurigai adanya transaksi menggunakan uang palsu, segera laporkan kepada kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Angga.

Sementara itu, penjaga toko klontong jalan Sumatera, Kecamatan Sumbersari, Faizal Efendi mengatakan, untuk mengantisipasi mendapatkan upal, ia selalu teliti saat melakukan traksaksi terutama dana nominal pecahan 50 dan 100 ribuan.

“Saya pakai alat untuk mengecek keaslian uang, karena belajar dari pengalaman pernah kebobolan,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#tindak krimina; #uang palsu #upal #Polres Jember #idulfitri