GUGUT, Radar Jember – Pasca banjir cukup parah yang menggenangi rumah warga di Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, pada Senin (2/3) lalu. Saat ini dinas terkait dari DPU SDA Provinsi Jawa Timur bersama DPUBMSDA Jember bergerak cepat melakukan penanganan.
Langkah yang dilakukan di antaranya normalisasi Sungai Dinoyo yang mengalami pelebaran akibat terjangan banjir. Setiap kali banjir terjadi, tangkis atau tebing sungai terus terkikis hingga ambrol.
Akibatnya, aliran sungai menggerus tanah pekarangan rumah warga. Pada banjir besar dua pekan lalu, beberapa lahan persawahan dan pekarangan ambrol, bahkan halaman rumah warga terancam longsor.
Untuk mengantisipasi banjir susulan, DPU SDA Provinsi Jawa Timur melakukan normalisasi dengan mengembalikan arah aliran sungai seperti semula. Selain itu, juga dilakukan penguatan tebing sungai dengan memasang tangkis dan ratusan bronjong di sekitar rumah warga yang terancam tergerus.
Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Haryono. Dapur rumahnya mengalami retak karena bagian pondasi mulai tergerus saat banjir dua pekan lalu. Selain rumah Haryono, masih banyak rumah warga lainnya yang terdampak luapan Sungai Dinoyo.
Saat banjir terjadi, air bercampur lumpur meluap hingga masuk ke rumah warga dan menutup akses jalan desa. Untuk memperkuat tebing sungai, ratusan bronjong akan dipasang di titik-titik rawan di sekitar permukiman warga.
Batu untuk bronjong tersebut didatangkan dari Lumajang karena di Sungai Dinoyo tidak tersedia batu berukuran besar.
Baca Juga: 13.557 Kursi Masih Tersedia, KAI Daop 9 Jember Hadapi Puncak Kepadatan Hari Ini
Haryono mengaku merasa lebih tenang setelah pemerintah mulai melakukan normalisasi sungai sekaligus memperkuat tebing dengan bronjong.
“Sekarang warga merasa lebih tenang karena sungai tidak hanya dinormalisasi, tetapi juga dipasang tangkis dan bronjong di sekitar rumah warga,” ujarnya.
Kepala UPT PSDA Bondoyudo Baru di Lumajang, Prabowo, mengatakan normalisasi dan penguatan tebing Sungai Dinoyo dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan pasca banjir yang terjadi dua pekan lalu.
Menurutnya, DPU SDA Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan PU BMSDA Jember dalam melakukan penanganan di lapangan. Untuk pengerjaan normalisasi digunakan alat berat berupa ekskavator milik Pemerintah Kabupaten Jember.
Selain normalisasi, juga dilakukan penguatan tebing dengan pemasangan tangkis dan bronjong untuk melindungi rumah warga yang berada di bantaran sungai.
“Pemasangan bronjong ini bertujuan agar saat terjadi banjir, aliran sungai tidak lagi menggerus tanah di sekitar rumah warga,” jelasnya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi