Radar Jember - Membentang dari lereng pegunungan yang sejuk hingga garis pantai selatan yang eksotis, Jember dengan beragam destinasi unggulannya menawarkan paket wisata lengkap bagi para pelancong.
Mulai dari pesona alam pegunungan seperti Rembangan dan perkebunan teh menawarkan udara segar dan pemandangan kota dari ketinggian, hingga pantai selatan seperti Pantai Watu Ulo dan Papuma, yang telah terintegrasi satu pintu atau one gate system.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Jember, Bobby Arie Sandi, mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan menunjukkan tren positif yang sangat signifikan skema wisata terintegrasi diberlakukan.
Baca Juga: Begini Kata Kapolda Jatim Usai Tragedi Ledakan Masjid di Jember
"Peningkatan kunjungan bahkan mencapai empat sampai lima kali lipat," katanya saat ditemui belum lama ini, (21/03).
Data internal Disparbudpora melalui dashboard real-time mencatat rekor kunjungan tertinggi terjadi pada awal Januari 2026, yang bahkan melampaui puncak malam tahun baru.
"Tertinggi itu di tanggal 4 Januari, mencapai 9.000 sekian kunjungan, hampir 10.000 orang. Tren ini cenderung meningkat terus, terutama di masa weekend," katanya.
Bobby memprediksi tingkat kunjungan akan terus tumbuh, terlebih saat mereka memasuki musim liburan seperti lebaran Idul Fitri kali ini.
Ia mengaku sempat bertemu Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat membahas kaitan penataan kawasan yang lebih terpadu.
Baca Juga: Dorong Pemerataan Perbaikan Jalan, Begini Komentar Anggota Komisi C DPRD Jember
Salah satu yang menjadi fokusnya yakni soal praktik pungutan liar berkedok parkir yang kerap dikeluhkan wisatawan.
"Kami memberdayakan masyarakat dalam satu wadah Pokmas, termasuk dalam pengelolaan parkir. Tujuannya agar tidak ada lagi penarikan parkir selain yang resmi di loket depan," katanya.
Meski begitu, di lapangan, persoalan parkir ini nyaris tidak pernah absen.
Bobby mengakui pihaknya pemerintah daerah masih memiliki sejumlah pekerjaan untuk penataan kawasan wisata yang lebih nyaman dan aman bagi kantong pengunjung.
"Ini menjadi sasaran utama kami untuk mulai menata bagaimana memanfaatkan keramaian ini agar berdampak positif bagi masyarakat," tambah mantan Kadiskominfo Jember itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh