Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Police Line Dibuka, Polres Jember Pastikan Tak Kurangi Proses Hukum 

MUHAMMAD ADHI SURYA • 2026-03-17 04:38:42
Situasi terkini SPBU Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari
Situasi terkini SPBU Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari

Radar Jember– Satreskrim Polres Jember mulai membuka sebagian garis polisi di SPBU Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Senin (16/3). 

Meski area lokasi tidak lagi sepenuhnya disegel, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember Ipda Harry Sasono pastikan tak mengurangi proses hukum yang berjalan.

Ia menjelaskan, pembukaan garis polisi ini dilakukan setelah tim penyidik merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, serta telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Baca Juga: Cerita Mahasiswa Jember Pulang dari Iran setelah Terjebak di Tengah Hujan Rudal Perang Lawan Israel-AS

“Kami telah melakukan olah TKP awal. Juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti,” katanya, Senin (16/3).

Kasus ini, kata dia, bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu (14/3). Terkait adanya dugaan praktik ilegal penyalahgunaan BBM subsidi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satreskrim langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi di seluruh area SPBU guna menjaga keutuhan barang bukti.

Baca Juga: Polisi Bersenjata Siaga, Tim Gegana Olah TKP Ledakan Masjid

"Anggota Satreskrim langsung turun ke TKP untuk melaksanakan olah TKP dengan memasang garis polisi di seluruh area SPBU guna mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung proses penyelidikan," ujarnya.

Setelah dilakukan analisa perkara, polisi memutuskan membuka segel pada area yang dinilai tidak lagi menghambat penyidikan. 

Fokus penyelidikan kini dipusatkan pada mesin pengisian tertentu yang diduga digunakan sebagai sarana dalam praktik tersebut.

“Kami hanya mempertahankan garis polisi pada mesin yang diduga dipakai pelaku untuk pengisian solar subsidi,” jelas Harry. 

Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari efisiensi penyidikan tanpa mengurangi proses hukum yang berjalan.

Meski garis polisi mulai dilepas, operasional SPBU belum diizinkan kembali normal. Di lokasi masih terpasang banner pembinaan dari Pertamina serta penunjuk arah menuju SPBU lain bagi masyarakat yang membutuhkan BBM.

Menurut Harry, keputusan membuka sebagian area juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri, ketika konsumsi BBM diperkirakan meningkat. 

Baca Juga: Breaking News! Panik Saat Tarawih di Masjid Raya Pesona Patrang, Ledakan Terdengar hingga Kampung Sebelah

"Alasan pembukaan juga bermaksud karena menjelang Lebaran, diprediksi kebutuhan BBM masyarakat akan meningkat," tambahnya.

Namun demikian, penyelidikan tetap menjadi prioritas hingga kasus dinyatakan tuntas.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Jember masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat. 

Baca Juga: Ledakan Saat Tarawih Gegerkan Masjid Raya Pesona, Kelurahan Patrang, Jember

Harry menyebut, keberadaan pelaku beserta sarana yang digunakan akan diusut tuntas.

"Kami akan terus berupaya mengusut tuntas dan menyelidiki lebih lanjut keberadaan pelaku, termasuk sarana yang mereka gunakan dalam tindak pidana ini," ungkapnya.

Selain itu, terkait adanya isu keterlibatan oknum polisi, pihaknya juga sedang menyelidiki. 

“Jika memang ada dan kami temukan buktinya, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Sementara itu, Warga sekitar, Rizal, menyambut positif pembukaan police line tersebut.

Tak hanya pembukaan, Ia bahkan berharap SPBU bisa segera kembali beroperasi agar masyarakat tidak perlu mencari BBM ke lokasi yang lebih jauh. 

“Kemarin saya harus mengisi di SPBU lain. Semoga cepat dibuka lagi karena sudah dekat Lebaran,” katanya. (dhi)

Editor : MUHAMMAD ADHI SURYA
#satreskrim polres jember #Jember #bbm subsidi #Polres Jember #BBM Jember