Radar Jember - Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi mulai pada kendaraan.
Sejak malam hingga pagi jalur Gumitir dipadati kendaraan pribadi dari Jember maupun dari Banyuwangi.
Selain kendaraan pribadi juga mobil travel yang di dalamnya ada penumpang yang pulang dari Bali.
Kepadatan kendaraan itu terlihat sejak Sabtu (24/3) sore hingga minggu (15/3) pagi.
Mereka yang pulang dari Bali menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor maupun travel.
Sehingga jalan nasional penghubung dua Kabupaten itu cukup padat.
Selain dipadati kendaraan pribadi, mobil travel kendaraan roda dua.
Kebanyakan yang menggunakan roda dua itu bersamaan dari Bali hendak pulang ke tujuan yang sama.
Baca Juga: Jamin Kelancaran Mudik 2026, Dishub Jember Larang Kendaraan Sumbu Tiga ke Atas Melintas Jalur Utama
Jalur Gumitir yang dikenal dengan banyak tikungan itu digunakan untuk istirahat.
Karena ada pengendara sepeda motor yang pulang dari Bali pada pukul 00.00 untuk menghindari kemacetan di jalan.
Hasto, 35, warga asal Sumberpinang, Kecamatan Pakusari pulang bersama istri sejak pukul 00.00. Sampai di Gumitir sekitar pukul 09.00 pagi.
“Di sepanjang jalan mulai pulang dari Bali sudah padat. Ketika masuk Jawa di wilayah Banyuwangi hingga Jember kendaraan cukup padat,” katanya.
Karena rata - rata orang jawa yang kerja ke Bali itu dari Lumajang, Jember dan Bondowoso.
Karena yang pulang ini untuk merayakan Idul Fitri barang-barang seperti sepeda motor dan mainan anaknya juga dibawa pulang.
Bukan hanya itu, tetapi ada pemudik yang menggunakan mobil pribadi pulang membawa spring bed.
Baca Juga: Antisipasi Macet Akut, Polres Jember Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Simpang Mangli
Mobil yang sudah penuh itu dibagian atasnya masih ada barang lain termasuk springbed.
Sementara jalur Gumitir memang menjadi tempat res area yang nyaman setelah perjalanan jauh.
Salah satunya di puncak Gumitir dan warung yang tempat parkirnya luas.
Kasatlantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata menghimbau kepada warga yang mudik untuk tetap waspada.
“Ketika penat karena perjalanan jarak jauh sebaiknya untuk istirahat. Baru kalau sudah fress bisa melanjutkan kembali perjalanannya,” katanya.
Menurutnya jalur Gumitir dikenal dengan banyak tikungan dan jalan naik turun.
“Ingat keselamatan berkendara paling utama, karena keluarga menunggu dirumah. Pengendara yang naik sepeda motor untuk hati-hati. Apalagi masih banyak pengendara sepeda motor anaknya dinaikkan di bagian depan,” imbaunya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh