Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tradisi Itikaf Masjid Al Ghofilin Jember: Ratusan Jamaah Geber Salat Malam Berjamaah hingga Sahur Bareng

Yulio Faruq Akhmadi • 2026-03-13 16:33:59

KHUSYUK: Santri PP Al Ghofilin Membaca Alquran di Masjid Al Ghofilin.
KHUSYUK: Santri PP Al Ghofilin Membaca Alquran di Masjid Al Ghofilin.

Radar Jember - Sepuluh malam terakhir Ramadan selalu dimaknai istimewa oleh umat Islam.

Pada rentang waktu tersebut, umat muslim berlomba memperbanyak ibadah untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang diyakini memiliki kemuliaan lebih baik dari seribu bulan.

Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah itikaf di masjid. Dengan berdiam di masjid, umat muslim memfokuskan diri pada ibadah seperti salat sunnah, zikir, doa, dan membaca Alquran.

Tradisi ini juga menjadi cara umat muslim mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan.

Semangat itu juga tampak di Masjid Al Ghofilin, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, pengurus masjid bersama Majelis Dzikir dan Sholawat Al Ghofilin menggelar rangkaian salat malam berjamaah.

Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Al Ghofilin KH Baiquni Purnomo, yang akrab disapa Gus Baiqun, menjelaskan rangkaian ibadah dimulai sekitar pukul 01.00 hingga menjelang pukul 03.00.

Selama kurang lebih dua jam, jamaah melaksanakan sejumlah salat sunnah secara berjamaah.

“Rangkaian ibadah sholat yang digelar secara berjamaah dimulai dari pukul 1 pagi sampai menjelang sahur,” ungkapnya.

Salat jemaah yang digelar di antaranya salat tahajud, salat tasbih, dan salat hajat.

Rangkaian ibadah tersebut menjadi sarana bagi jamaah untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan berbagai amalan.

“Setiap malam ganjil sepuluh hari terakhir, jamaah bisa mencapai sekitar 300 sampai 400 orang. Tidak hanya warga sekitar, tetapi juga dari berbagai wilayah di Jember,” ujar Gus Baiqun.

Usai rangkaian ibadah malam, seluruh jamaah kemudian melanjutkan sahur bersama. Menu sahur disiapkan oleh dapur umum pondok pesantren yang berada di lingkungan Masjid Al Ghofilin.

Menurut Gus Baiqun, penyediaan sahur bersama tersebut merupakan bagian dari upaya pengurus masjid agar jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

“Supaya jamaah yang berburu malam Lailatul Qadar tidak bingung memikirkan sahur. Jadi setelah ibadah malam, mereka bisa langsung sahur bersama,” jelasnya. (yul/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#majelis zikir #Ramadan #iktikaf #alquran #lailatul qadar