Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Efek Domino Makan Bergizi Gratis: Permintaan Pangan di Jember Naik, BPS Catat Inflasi Februari 1,14 Persen

Sidkin • Kamis, 12 Maret 2026 | 04:00 WIB

PICU INFLASI: Petani cabai rawit saat memanen di lahan sawah Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Berjalannya MBG, kebutuhan pangan, mulai cabai rawit hingga daging ayam juga tinggi. 
PICU INFLASI: Petani cabai rawit saat memanen di lahan sawah Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Berjalannya MBG, kebutuhan pangan, mulai cabai rawit hingga daging ayam juga tinggi. 

Radar Jember - Kenaikan harga bahan pangan cukup terasa belakangan ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat inflasi bulanan (month-to-month) pada Februari 2026 mencapai 1,14 persen.

Dari lima komoditas penyumbang inflasi, empat di antaranya merupakan bahan pangan, yakni cabai rawit 0,33 persen, daging ayam ras 0,22 persen, beras 0,11 persen, dan jagung manis 0,07 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Jember, terutama seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember.

Program prioritas nasional ini diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan bahan makanan.

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengingatkan pemerintah daerah agar mengantisipasi potensi lonjakan harga tersebut.

Menurutnya, peningkatan permintaan bahan pangan akibat program MBG harus diimbangi dengan kesiapan pasokan.

Jika tidak, maka kondisi itu dikhawatirkan memicu kenaikan harga di pasaran.

Ia mencontohkan, dari informasi yang disampaikan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdapat nominal harga bahan makanan dalam menu MBG yang dinilai cukup tinggi dibanding harga sebelumnya di pasaran.

Widarto, tidak tahu apakah harga tersebut naik karena permintaan meningkat atau ada hal yang lain.

“Kalau memang realitasnya harga pasar naik, berarti ini yang harus benar-benar diantisipasi,” ujar Widarto.

Menurutnya, saat ini belum seluruh SPPG di Jember beroperasi penuh. Dari rencana sekitar 270, baru 140-an yang berjalan.

Jika seluruh SPPG nantinya aktif, maka kebutuhan bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan, telur, dan bahan makanan lainnya diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.

Oleh karena itu, pasokan pangan ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah daerah, kata dia, perlu menyiapkan skema lain agar inflasi tidak terus naik dan semakin tinggi.

Salah satunya bisa menyarankan petani beralih tanam komoditas sayuran maupun buah-buahan yang bisa menjadi pemasok menu MBG. 

“Sejak ada MBG, demand-nya tinggi. Kalau suplai tidak disiapkan sejak sekarang, terutama dari produksi lokal Jember, maka harga bisa ikut terus naik. Itu yang harus diantisipasi agar inflasi tidak semakin tinggi dan tidak membebani masyarakat,” tegasnya. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#komoditas #SPPG #Mbg #DPRD jember #Makan Bergizi Gratis #Inflasi