Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Darurat Higiene MBG Jember: Puluhan SPPG Gagal Uji Sanitasi 3 Kali hingga Abaikan Sampel Makanan!

Imron Hidayatullahh • Jumat, 6 Maret 2026 | 03:00 WIB

"Ada beberapa yang belum punya SLHS. Jumlahnya sekitar 50-an dan sekarang sudah proses mengurus semua (ke Dinkes Jember, Red)." AHMAD HELMI LUQMAN, Ketua Satgas MBG Jember. 
"Ada beberapa yang belum punya SLHS. Jumlahnya sekitar 50-an dan sekarang sudah proses mengurus semua (ke Dinkes Jember, Red)." AHMAD HELMI LUQMAN, Ketua Satgas MBG Jember. 

Radar Jember - Sebanyak 50 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Jember dilaporkan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Padahal SLHS menjadi syarat mutlak untuk menjamin keamanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke ribuan siswa setiap harinya.

Satgas MBG Jember menemukan fakta di lapangan bahwa kendala sertifikasi ini berakar dari buruknya kualitas lingkungan dan sumber air di lokasi-lokasi dapur MBG atau SPPG.

Beberapa dapur bahkan harus mengalami kegagalan berkali-kali dalam uji kelayakan air, karena kandungan mineral berbahaya yang tidak memenuhi standar kesehatan untuk pengolahan pangan masal.

"Bahkan di satu kecamatan ada yang sampai tiga kali gagal dan harus pindah titik sumur karena kualitas airnya mengandung mangan dan tidak higienis," kata Ketua Satgas MBG Jember, Ahmad Helmi Luqman.

Kondisi ini memaksa Pemkab Jember melalui Dinas Kesehatan bekerja maraton untuk melakukan asesmen ulang terhadap sumber air dan sanitasi di titik-titik dapur tersebut.

Satgas mendorong para kepala dapur segera mengurus izin tersebut.

Helmi juga menyatakan, tanpa SLHS dan jaminan air bersih, risiko kontaminasi pada makanan menjadi ancaman.

​"Ada beberapa yang belum punya SLHS. Jumlahnya sekitar 50-an dan sekarang sudah proses mengurus semua (ke Dinkes Jember, Red)," kata dia.

Lebih jauh selain masalah air, kedisiplinan pengelola dalam menyimpan sampel makanan juga menjadi catatan merah.

Helmi mengemukakan, banyak SPPG yang mengabaikan prosedur pengamanan sampel makanan.

Ia mendorong para bos-bos SPPG bergerak memastikan percepatan perbaikan kualitas, dan menyelesaikan masalah sanitasi ini dalam waktu singkat.

​"Wajib ada sampling, baik makanan basah maupun kering. Kami temukan masih ada beberapa SPPG yang tidak menaruh sampel dua hari sebelumnya. Padahal itu bukti bahwa makanan yang dikirim sama dengan yang di dapur," jelas ASN yang juga menjabat Pj. Sekda Jember itu. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #SPPG #Mbg #Satgas MBG #Makan Bergizi Gratis #sertifikat laik higiene sanitasi