JELBUK, Radar Jember - Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal "Wadul Gus’e", Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan penanganan darurat bencana tanah longsor di Dusun Pakel, Desa Sucongepok, Kecamatan Jelbuk, Jember.
Kejadian yang dipicu hujan deras pada akhir pekan lalu ini mengakibatkan akses jalan antar dusun terganggu dan mengancam pemukiman warga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Menurutnya, longsoran yang terjadi memiliki dimensi sepanjang 6 meter dengan ketinggian mencapai 6 meter. Akibatnya, pondasi jalan lingkungan yang menghubungkan Dusun Pakel dengan Dusun Arjasa mengalami amblas sebagian.
"Kami bergerak berdasarkan laporan warga melalui sistem Wadul Gus’e. Tim sudah di lapangan untuk melakukan mitigasi darurat, kata Edy Budi, dalam keterangan resminya, Kamis (26/02/2026).
Berdasarkan data di lapangan, longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Jelbuk sejak Minggu sore.
Selain merusak infrastruktur jalan, Edy mengungkapkan adanya potensi ancaman bagi warga sekitar. Terdapat sedikitnya lima Kepala Keluarga (KK) yang posisinya sangat rawan terdampak jika terjadi longsor susulan di titik tersebut.
"Saat ini, kondisi jalan lingkungan masih bisa dilewati, namun aksesnya sangat terbatas. Kami menegaskan untuk kendaraan roda empat sementara tidak diperkenankan melintas demi keamanan," katanya.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, BPBD Jember bersama TNI, perangkat desa, dan warga sekitar telah melakukan penutupan lereng yang longsor dengan terpal.
Langkah ini bertujuan untuk menghambat laju infiltrasi air hujan ke dalam tanah dan mengurangi erosi permukaan yang bisa memperparah kondisi lereng yang sudah jenuh.
Edy Budi juga memberikan rekomendasi teknis untuk penanganan permanen di lokasi tersebut.
Ia menekankan pentingnya konservasi vegetasi menggunakan tanaman akar kuat seperti vetiver serta perbaikan sistem drainase agar air tidak meresap berlebihan ke dalam tanah. Namun, untuk stabilitas jangka panjang, diperlukan pembangunan infrastruktur fisik.
"Untuk penanganan jangka panjang, kami merekomendasikan pembuatan dinding penahan tanah (plengsengan) guna mengurangi risiko longsor susulan yang dapat memutus total akses jalan. Terkait hal ini, kami segera meneruskan koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Jember untuk langkah teknis selanjutnya," pungkas dia.
Masyarakat Jember diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
BPBD juga mengingatkan agar warga tidak mendirikan bangunan di area atas maupun bawah lereng yang memiliki kemiringan curam guna menghindari risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi.
Editor : M. Ainul Budi