Radar Jember - Keterbatasan lahan di kawasan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember yang masih menyatu dengan UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Damkarmat) semakin terasa di tengah meningkatnya kebutuhan logistik kebencanaan.
Dalam satu area, mobil pemadam kebakaran terparkir berdampingan dengan bantuan sembako dan perlengkapan darurat untuk warga terdampak.
Kondisi ini dinilai kurang ideal, terutama saat Jember berstatus tanggap darurat dan arus bantuan terus berdatangan.
Situasi ini mendorong perlunya penataan ulang agar fungsi pelayanan tidak saling berbenturan.
Ruang yang selama ini dipakai bersama dianggap sudah tidak lagi memadai untuk menampung armada sekaligus logistik.
Apalagi, sebagian armada damkar yang ada juga telah berusia cukup lama sehingga pemanfaatannya perlu dievaluasi.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, BPBD harus mengelola sarana dan prasarana untuk mobilitas penanganan bencana, peralatan, hingga gudang penyimpanan bantuan.
Selama ini, satu-satunya ruang yang memungkinkan untuk menampung bantuan adalah area yang sehari-hari ditempati armada damkar atau garasi damkar.
“Sebenarnya kami ini dua instansi dengan tupoksi penyelamatan. BPBD fokus pada kebencanaan alam, sedangkan pemadam kebakaran lebih banyak pada kebencanaan sosial,” ujarnya.
Menurutnya, dalam praktik di lapangan kedua instansi tetap bekerja berdampingan, termasuk saat terjadi kebakaran hutan maupun bencana lain.
Penataan ini bukan soal pemisahan peran, melainkan memastikan pelayanan lebih optimal.
Ia akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember untuk mengkaji kemungkinan pemanfaatan bangunan milik pemerintah daerah.
Sejumlah opsi dibuka, mulai dari BPBD yang berpindah kantor agar Damkar bisa terpusat bersama Satpol PP, hingga kemungkinan unit pemadam kebakaran menempati lokasi lain.
Edy juga menyatakan kesiapan menjalankan arahan Bupati Muhammad Fawait terkait penataan lokasi tersebut.
Menurutnya, perpindahan tempat bukan persoalan selama tugas kemanusiaan tetap berjalan dan sinergi di lapangan tidak terganggu, termasuk saat penanganan kebakaran hutan bersama relawan dan tim SAR.
“Intinya kalau kami oke-oke saja di mana saja. Kerja tetap kerja. Yang penting pengabdian dan pelayanan tidak sampai terganggu,” tegasnya.
Mobil Damkar Uzur Dipindah
Kasatpol PP Jember Bambang Rudianto menyebut relokasi tersebut menjadi solusi sementara agar ruang bisa dimanfaatkan lebih maksimal.
“Yang tiga mobil damkar memang mulai uzur. Mobil terbaru pengadaan tahun 2014. Alhamdulillah hari ini bersama Kepala BPBD sudah ada solusi terkait tempat ini," katanya.
Untuk jangka pendek, lanjutnya, armada damkar yang sudah tidak berfungsi akan dievakuasi ke Gudang BPBD di Kecamatan Pakusari.
Selain itu, pihaknya akan memasang kanopi untuk mobil damkar yang masih berada di UPT Damkarmat.
"Ini agar pemanfaatannya lebih optimal, karena BPBD juga akan menerima bantuan sembako dan logistik lainnya,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, Pemkab Jember akan mengkaji kemungkinan penggunaan aset daerah lain yang lebih representatif.
Namun, pemindahan lokasi tetap harus mempertimbangkan waktu tanggap atau response time, agar mobil pemadam mampu menjangkau titik kebakaran kurang dari 15 menit.
Dengan penataan ini, diharapkan, distribusi bantuan dan pelayanan darurat diharapkan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kecepatan respons kepada masyarakat. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh