Radar Jember - Kabar gas elpiji 3 kilogram atau gas melon yang langka di sejumlah titik kemarin, mendapatkan respon langsung dari Pendapa Wahyawibawagraha.
Bupati Jember Muhammad Fawait mulai bergerak cepat demi menjamin ketersediaan gas melon selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri kali ini.
Kepastian itu ia sampaikan setelah pihaknya berkoordinasi Direktur Patra Niaga dan SBM Pertamina wilayah Jember. Hasilnya, serangkaian penambahan stok dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan.
"Kami pastikan untuk Jember aman. Saat Imlek kemarin, Jember ditambah 55.000 tabung, dan memasuki awal Ramadan ini kembali kita gelontorkan tambahan sebanyak 54.000 tabung. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (21/02).
Ia menyatakan pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan gas melon ini agar bisa benar-benar aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Jember.
"Kami juga tetap meminta bantuan masyarakat Jember, kalau seandainya ada hal-hal terjadi kelangkaan dan sebagainya, atau faktor teknis lainnya, agar disampaikan kepada kami melalui Wadul Guse," pintanya.
Pemkab Jember tidak akan menoleransi adanya oknum yang mencoba bermain dengan stok maupun harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Gus Fawait meyakinkan dirimu bahwa ketersediaan energi adalah kebutuhan vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Sartini, mengaku akan memperketat pengawasan distribusi, seiring penebalan stok tersebut.
Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan LPG 3kg tepat sasaran, yakni untuk rumah tangga prasejahtera dan pelaku usaha mikro.
"Kami terus memantau pergerakan distribusi di setiap pangkalan. Kami instruksikan kepada agen dan pangkalan untuk mengikuti aturan yang berlaku dan tidak melakukan penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas," katanya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh