Radar Jember – Sejumlah wilayah pertanian padi di Jember mulai panen. Bersamaan dengan itu, kebutuhan penyerapan gabah ikut melonjak.
Bulog Jember pun menyiapkan sejumlah skema penyerapan gabah kering panen (GKP). Salah satunya menggandeng mitra maklon yang memiliki sarana pengering atau dryer.
Kapasitas pengering yang dimiliki Bulog memang belum cukup menampung lonjakan panen.
Saat ini Bulog hanya memiliki satu pengering di Sentra Penggilingan Padi (SPP) yang ada di Puger.
Lokasi ini hanya berkapasitas 120 ton. sehingga tidak mampu mengaver keseluruhan GKP saat panen raya.
Karena itu, sejak awal Januari mereka menggandeng penggilingan padi dan pengusaha sebagai mitra maklon.
“Kerja sama ini untuk menjembatani petani agar gabahnya tetap terserap,” kata M. Ade Saputra, Kepala Bulog Cabang Jember, Kamis (19/2).
Mitra maklon berperan mengeringkan GKP sebelum diolah menjadi beras standar Bulog.
Hingga kini, kata Ade, sudah ada 13 mitra yang terlibat. Total kapasitasnya mencapai 1.600 ton per hari.
“Kapasitas tiap mitra maklon berbeda. Mulai 80 ton, 100 ton, hingga 500 ton. Dan, ini masih akan ada tambahan mitra lagi,” lanjutnya.
Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi menjelang panen raya padi. Tanpa pengering tambahan, gabah berisiko rusak karena kadar air tinggi saat panen serentak.
Kehadiran mitra membuat proses pengolahan lebih cepat dan petani bisa langsung menjual hasilnya. “Mereka membantu fasilitas pengeringan saat panen raya,” jelasnya.
Ade menyampaikan, tahun ini, Bulog Jember menargetkan pengadaan setara 84.000 ton beras.
Jika dikonversi, jumlah itu sekitar 175.000 ton GKP yang harus diserap dari petani. Selain padi, Bulog juga mendapat target penyerapan jagung sekitar 10.000 ton.
Kapasitas gudang Bulog juga menjadi tantangan tersendiri. Dari daya tampung 100 ribu ton, saat ini sudah terisi sekitar 98 ribu ton hasil serapan 2025.
Karena itu, kerja sama maklon dinilai penting agar distribusi dan pengolahan berjalan beriringan.
“Kami siapkan semua skema supaya panen petani tetap terserap optimal,” tutup Ade. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh