Radar Jember – Kemacetan di Simpang Empat Mangli, Kecamatan Kaliwates, selama bertahun-tahun menjadi salah satu simpul persoalan transportasi di Jember.
Arus kendaraan dari arah barat, selatan, kota, dan utara bertemu dalam satu titik. Kondisi ini bukan hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga bisa menghambat investasi daerah.
Usulan Flyover pun makin menguat sebagai solusi mengurai kemacetan. Pada, Minggu kemarin (22/2), saat Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Jember, rencana pembangunan itu bakal segera terealisasikan.
“Ada usulan dari Pak Bupati, untuk membangun flyover. Sebetulnya kalau dari hitungan kami antara perlu dan tidak perlu,” katanya usai meninjau lokasi rencana flyover.
Secara teknis, Kementerian PU, menilai kepadatan kendaraan di jalan raya di Simpang Empat Mangli masih memungkinkan untuk diatur supaya tidak begitu kelihatan ramai. Namun proyeksi pertumbuhan kawasan industri mengubah pertimbangan.
“Sebetulnya simpang ini masih bisa diatur supaya tidak terlalu ramai. Tapi sudahlah, Pak Bupati jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi rakyatnya,” terang Dody.
Ia menjelaskan, infrastruktur jalan tersebut diperlukan, karena bupati ingin menjadikan Jember sebagai kawasan industrialisasi.
Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jember. Apalagi Jember tidak memiliki pelabuhan, sehingga traffic atau lalu lintas cukup tinggi.
“Makanya saya sarankan ke Pak Bupati kalau mau bangun flyover, yang panjang sekalian, sekiranya dua puluh tahun mendatang masih aman,” urainya.
Rencananya, flyover ini akan dibangun empat jalur. Sebab, jika hanya dua jalur, menurutnya, arus lalu lintas bisa lebih padat.
Jika demikian, maka hal itu bisa menyebabkan kemacetan di atas flyover. Kondisi itu justru lebih berbahaya.
“Buat empat jalur sekalian. Jadi, sampai dengan 20 tahun mendatang masih aman. Tapi, kalau hanya dua jalur, lima tahun saja sudah penuh lagi,” ulasnya.
Flyover ini dirancang sepanjang 1,1 kilometer dengan estimasi biaya Rp 700-800 miliar. Meski demikian, anggaran itu belum dipastikan.
Namun, pembangunan diperkirakan berlangsung tiga tahun dalam kondisi normal. Sebelum pembangunan, Dody meminta agar Pemkab Jember menyiapkan pembebasan lahan lebih dulu.
“Saya minta lahannya yang diperlukan untuk membangun 1,1 kilometer flyover ini disiapkan. Beliau (Bupati Jember, Red) sudah menyetujui,” terangnya.
Targetnya proyek flyover ini dapat dimulai pada 2026. Jika memungkinkan, dua jalur akan diprioritaskan selesai lebih dulu sesuai permintaan daerah.
“Kami upayakan dua jalur selesai duluan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, keberadaan flyover sangat penting dan urgent.
Hal itu untuk mengurai kemacetan di kawasan Simpang Empat Mangli, Kecamatan Kaliwates.
“Bisa dilihat setiap hari, kecuali hari libur ada kemacetan dari Simpang Empat Mangli ke barat sangat panjang. Saya pikir itu tidak akan menarik bagi investor,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kunjungan kerja Menteri PU Dody Hanggodo ini tidak hanya meninjau rencana pembangunan flyover Mangli saja.
Sebelumnya, Menteri PU juga meninjau salah satu jembatan yang putus akibat banjir di Desa/Kecamatan Pakusari dan mengunjungi Pasar Tanjung. Rencananya kedua infrastruktur ini akan dilakukan penanganan dalam waktu dekat. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh