JEMBER LOR, Radar Jember - Berbagai upaya dilakukan PMI Jember untuk memastikan stok darah tetap aman selama Ramadan 1447 H hingga Idulfitri.
Melalui Unit Donor Darah (UDD), PMI tidak hanya memperkuat cadangan sejak jauh hari, tetapi juga menyiapkan strategi khusus agar para pendonor tetap rutin datang sesuai jadwal meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Langkah ini penting untuk menjamin kebutuhan darah di rumah sakit tetap terpenuhi di tengah perubahan pola donor selama bulan Ramadan.
Hingga kemarin pukul 12.00, stok darah di UDD tercatat sebanyak 1.636 kantong.
Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat target standar yang biasanya berada di kisaran 780 kantong.
Penguatan stok ini dilakukan dengan mengerahkan tiga hingga empat tim setiap hari untuk melakukan aksi jemput bola ke berbagai lokasi.
Ketua PMI Jember, Zainollah, mengatakan, ribuan kantong darah tersebut merupakan hasil pengumpulan selama sebulan sebelum Ramadan.
Upaya itu dilakukan sebagai langkah antisipasi karena pola donor biasanya berubah saat masyarakat berpuasa. PMI memprediksi adanya potensi penurunan jumlah pendonor pada siang hari sehingga diperlukan penyesuaian strategi pelayanan agar ketersediaan darah tetap terjaga.
Memasuki bulan Ramadan, pelayanan donor darah difokuskan pada malam hari. Setiap malam, PMI membuka layanan di halaman Masjid Jamik Baitul Amin Jember dan kawasan double way Universitas Jember (Unej).
“Selama Ramadan, kegiatan donor darah akan kami fokuskan pada malam hari setelah salat Tarawih selama sebulan. Tujuannya agar donor darah tetap nyaman bagi masyarakat yang berpuasa,” tegasnya.
Untuk menjaga antusiasme masyarakat agar tetap donor sesuai jadwalnya, pihaknya juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi pendonor yang lolos skrining kesehatan.
Selain paket sembako berupa beras 2,5 kilogram atau minyak goreng pada kegiatan tertentu, PMI membagikan ribuan tumbler selama Ramadan.
“Tumbler ini adalah simbol terima kasih kami agar para pendonor tetap semangat dan menjaga kesehatan selama bulan puasa,” ujarnya.
Tak hanya membuka gerai tetap di dua lokasi utama setiap malam, PMI juga menjalankan layanan keliling ke sejumlah masjid, kantor kecamatan, kantor desa, dan instansi pemerintah. Strategi jemput bola ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pendonor.
“Kami ingin memastikan selama Ramadan hingga Idulfitri, stok darah di Jember tetap aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan,” pungkasnya. (kin/bud)
Editor : M. Ainul Budi