KALIWATES, Radar Jember - Kesuksesan Persid Jember meraih Juara 3 Piala Gubernur sekaligus mengamankan tiket ke Liga 4 Nasional membawa angin segar bagi dunia sepak bola Jember. Namun, di balik euforia penantian 20 tahun tersebut, terdapat tantangan besar mengenai keberlanjutan finansial klub berjuluk Macan Raung ini.
Menjelang drawing Liga 4 Nasional yang dijadwalkan sekitar April - Mei mendatang, Skuad Macan Raung ini didorong untuk mengadopsi model bisnis sepak bola modern yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Gus Fawait Puji Rekor Unbeaten Persid Jember: Tak Terkalahkan dalam 1.260 Menit
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jember pada Senin (16/02/2026) malam, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa kejayaan di lapangan hijau harus dibarengi dengan stabilitas finansial yang kuat.
Ia menilai langkah ini sebagai strategi untuk memastikan Persid tidak lagi bergantung sepenuhnya pada anggaran daerah, tetapi tumbuh menjadi entitas olahraga yang komersial.
"Saya optimis, Persid bisa naik kasta ke liga yang lebih bergengsi," kata Gus Fawait, sapaan akrab dia, saat penyambutan skuad Macan Raung di Lobi Kantor Pemkab Jember, Senin malam (16/2/2026).
Baca Juga: Bursa Transfer Persid Bergulir: 10 Pemain Trial Masuk Radar Jelang Putaran Nasional
Persid memiliki daya tarik besar untuk menggandeng raksasa finansial seperti perbankan dalam lingkaran Himbara, serta otoritas keuangan seperti Bank Indonesia (BI) dan OJK.
Sektor BUMN juga menjadi target potensial untuk memperkuat struktur modal klub.
Tak hanya itu, kekuatan ekonomi lokal Jember diproyeksikan menjadi pilar utama pembiayaan tim.
Korporasi raksasa seperti PT Imasco Puger hingga pemain kunci di industri cerutu kelas dunia seperti BIN Cigar dan eksportir hasil pertanian seperti Mitra Tani, diharapkan dapat bersinergi dengan Persid.
Baca Juga: Bertengger di Posisi Tiga Jatim, Persid Jember Tebar Ancaman Jelang Kick-off Liga 4 Nasional
Kemitraan ini dipandang bukan sekadar sponsor dada di jersey, tetapi sekaligus investasi strategis untuk membawa nama Jember ke panggung nasional.
Gus Fawait juga menekankan bahwa dukungan swasta dan sponsor adalah kunci utama bagi kemandirian klub di masa depan.
Hal ini selaras dengan ambisi Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju, Ardi Pujo Prabowo, yang ingin menjadikan Persid sebagai penggerak ekonomi lokal.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Jember bisa menjadi tuan rumah yang baik. Dengan menjadi tuan rumah, kita tidak hanya bicara bola, tapi juga menggerakkan ekonomi UMKM di Jember," tambah Ardi saat membahas persiapan Liga 4 Nasional.
Dengan status sebagai Juara 3 Piala Gubernur, Persid Jember kini diyakini memiliki daya tawar tinggi di mata para investor.
Setelah masa libur kompetisi berakhir, tim akan memulai Training Center (TC) intensif sembari manajemen terus bergerak mengamankan kesepakatan komersial demi menjaga nafas panjang sang Macan Raung di kancah nasional. (mau)
Editor : M. Ainul Budi