WULUHAN, Radar Jember - Di tengah sisa lumpur dan duka yang menyelimuti Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, derap langkah para anggota Pramuka membawa secercah harapan.
Sejak banjir setinggi dada orang dewasa menerjang pada Jumat (13/2/2026) dini hari, sekitar 1.300 kepala keluarga terpaksa menggantungkan hidup pada kepulan asap dapur umum karena peralatan masak mereka lumat terendam air.
Minggu (15/2/2026), Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Jember di bawah komando Muhammad Abdurahman, hadir membawa personel lengkap dan turun langsung ke lokasi.
Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia
Mewakili Ketua Kwarcab Jember, Ghyta Eka Puspita (Ning Gyta), mereka membawa amunisi tambahan berupa ratusan kardus logistik untuk menyokong operasional dua dapur umum di Dusun Tanjungsari dan Dusun Sumberrejo.
“Pramuka hadir tidak hanya dalam pembinaan generasi muda, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan," kata Kak Omen, sapaan akrab M. Abdurahman, Senin 16 Februari 2026.
Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni.
Dengan seragam cokelat yang mulai terkena percikan lumpur, para personel Dewan Kerja Cabang (DKC) dan Kwartir Ranting (Kwarran) Wuluhan bahu-membahu mendistribusikan 100 kardus mi instan dan puluhan karton air mineral menggunakan kendaraan operasional Satpol PP.
"Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga terdampak banjir,” tambah Omen, seusai menyerahkan bantuan secara simbolis.
Aksi ini merupakan pengejawantahan nyata dari janji Pramuka.
Baca Juga: Jember Kembali Berduka di Februari 2026, Memori Kelam Banjir Panti 2006 yang Terulang
Ketua Kwarran Wuluhan, Mohammad Solikin, menegaskan bahwa ini adalah panggilan jiwa.
“Kunjungan kami hari ini merupakan wujud implementasi Dasa Darma Pramuka, khususnya Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Jember, kami berharap kehadiran kami bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat bagi para korban banjir,” katanya.
Di dapur umum Tanjungsari, sekitar 15 relawan bekerja tanpa lelah memproduksi 1.500 bungkus nasi setiap harinya.
Dukungan logistik dari Pramuka ini menjadi energi tambahan bagi mereka untuk terus melayani warga yang masih berjuang bangkit pascabencana.
Camat Wuluhan, Hanifah, tak kuasa menyembunyikan apresiasinya atas gerak cepat organisasi yang dinakhodai Ning Gyta tersebut.
Menurut dia, kepedulian ini adalah suntikan moril yang luar biasa bagi warganya.
Baca Juga: Jember Disorot Pusat, Gus Fawait Siapkan MBG dan Koperasi Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan. Ini sangat membantu operasional dapur umum dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, relawan, hingga masyarakat,” kata Hanifah. (mau)
Editor : M. Ainul Budi