Radar Jember — Pascabanjir besar, kebutuhan paling mendesak warga Nogosari, Kecamatan Rambipuji, justru bukan makanan, melainkan air bersih.
Sumur mereka tercemar lumpur dan air sungai, sehingga tak lagi layak dipakai.
Karena itu, relawan PMI Jember kembali datang membawa harapan dengan mendistribusikan air bersih.
Sabtu lalu (14/2), armada truk tangki milik PMI Jember mendistribusikan 5.100 liter air bersih ke lokasi terdampak banjir luapan sungai.
Bantuan itu ditujukan untuk 185 kepala keluarga (KK) atau sekitar 570 jiwa yang kesulitan air minum setelah bencana.
Bantuan serupa kembali dikirim pada Minggu (15/2) dengan jumlah yang sama agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.
PMI menempatkan lima tandon penampungan air di Desa Nogosari. Rinciannya empat unit di Dusun Gumuk Bago dan satu unit di Dusun Krajan.
Selain mengisi tandon, petugas juga berkeliling membantu warga yang membawa galon maupun botol bekas air mineral.
“Kami kerahkan satu armada truk tangki untuk mengisi tandon air bersih yang telah ditempatkan di lokasi bencana,” kata Ketua PMI Jember, Zainollah.
Kehadiran relawan PMI tak hanya berhenti di titik distribusi. Sebab mereka juga mengisi tandon masjid agar warga tetap bisa beribadah.
Selain itu, warga yang datang membawa wadah air kecil juga langsung dilayani satu per satu.
“Tadi juga ada warga yang meminta air bersih dengan membawa galon. Ya, kami langsung isi karena mereka sangat membutuhkan,” ungkapnya.
Dropping air bersih ini telah dilakukan dua hari berturut-turut.
Hingga kemarin, kondisi sumur warga belum pulih sepenuhnya dari pencemaran lumpur dan air banjir.
Pihaknya memastikan pengiriman akan terus dilakukan sampai kondisi kembali normal.
“PMI Jember akan kirimkan air bersih ini setiap hari kepada mereka sampai semuanya kembali normal,” pungkasnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh