Radar Jember – Hujan deras bertahan cukup lama, Kamis (12/2). Sejak siang hingga malam.
Sungai Bedadung, meluap cukup hebat. Air meluber ke permukiman warga.
Rumah yang biasanya tidak tersentuh air, mulai terdampak banjir.
Hal itu mengingatkan banjir hebat menimpa Jember tahun 2006, yaitu banjir bandang Panti.
Bedanya, sekarang tidak ada lumpur yang menyertai.
“Rasanya seperti tahun 2006 lagi. Waktu itu rumah saya terdampak cukup parah, sekarang air masuk sampai paha,” ujar Sumardi, 52, warga Kaliwining.
Sementara, Jumat (13/2) dini hari kemarin, jalur nasional penghubung Jember–Lumajang banjir.
Titik terparah berada di sepanjang jalur nasional mulai traffic light Kaliputih, Rambipuji hingga perempatan Mangli, Kaliwates.
Sekitar pukul 00.12, air telah merendam badan jalan setinggi paha orang dewasa.
“Dulu saat banjir bandang panti tahun 2006 juga begitu. Jalan nasional juga terkena imbas,” ungkapnya.
Menjelang pagi, genangan mulai surut dan arus lalu lintas perlahan normal kembali.
Namun material lumpur dan sampah sisa banjir masih berserakan di sepanjang jalan. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh