KEBONG AGUNG, Radar Jember - Suasana pagi yang tenang di Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, mendadak berubah menjadi haru dan pilu.
Pada Rabu (11/02/2026), sebuah kado kehidupan yang tak disangka-sangka ditemukan di teras rumah Budi, 45, warga RT 02/RW 06.
Bukan paket biasa, melainkan seorang bayi perempuan mungil yang tertidur di dalam kardus, seolah sedang menunggu jemputan kasih sayang yang hilang.
Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Bupati Gus Fawait, Tiga Sosok Penjabat Sekda Jember dengan Masing-masing Eranya
Di dalam kardus tersebut, sebuah surat pendek yang ditulis tangan di atas kertas merah muda menjadi saksi bisu perpisahan paksa ini.
Dengan nada yang sangat humanis namun menyesakkan dada, sang penulis surat—yang diduga orang tua sang bayi—seolah meminjam suara mungil putrinya untuk menyapa dunia:
"Halo orang baik. Kenalkan, namaku Clara Elliera.
Aku lahir hari Rabu, 11 Februari 2026.
Maafkan Papa dan Mama karena telah merepotkanmu.
Mereka berjanji suatu saat akan mencariku.
Oh iya, kalau aku sudah besar nanti, tolong pakaikan jepit rambut milik Mama di rambutku," bunyi petikan surat bayi Clara tersebut.
Kalimat terakhir tentang jepit rambut itu seolah menjadi satu-satunya ikatan fisik yang tersisa antara sang ibu dan buah hatinya, sebuah simbol harapan yang dititipkan di tengah ketidakpastian.
Baca Juga: Prabowo Klaim Program MBG Telah Serap 1 Juta Tenaga Kerja dan Jangkau 60 Juta Rakyat
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, penemuan ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika Budi mengecek teras rumahnya. Dibantu oleh Combo, 60, (Ketua RW setempat) dan seorang pemuda bernama Rosid, 23, mereka segera memastikan kondisi bayi tersebut. Beruntung, bayi Clara ditemukan dalam kondisi sehat dan tenang.
Namun, tabir di balik siapa yang tega meninggalkan bayi ini mulai terkuak melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana sunyi dini hari sekitar pukul 00.55 WIB. Dua orang misterius berboncengan sepeda motor tampak berhenti di depan rumah Budi.
Dengan gerakan cepat namun ragu, salah satu dari mereka turun untuk meletakkan kardus berisi Clara, sebelum akhirnya memacu motor dan menghilang di kegelapan malam.
Pihak aparat setempat yang tiba di lokasi segera melakukan pendataan. Meski Clara ditinggalkan tanpa alamat, kehadirannya telah mengetuk pintu hati banyak orang.
Polisi kini tengah mendalami bukti CCTV untuk mengidentifikasi kedua pengendara motor tersebut, sekaligus berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memastikan Clara mendapatkan perawatan terbaik.
Editor : M. Ainul Budi