Radar Jember -Tim Satgas MBG Jember mengungkapkan adanya indikasi kuat pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh pihak penyedia makanan, dapur MBG, atau Satuan Pelayanan Berbasis Gizi (SPBG).
Ketua Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman mengemukakan, salah satu poin krusial yang dilanggar adalah tidak adanya pengambilan sampel makanan (sampling) yang seharusnya disimpan selama dua hari berturut-turut.
“Seharusnya ada sampel yang dipertahankan selama dua hari untuk mendeteksi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, pihak SPBG mengaku tidak melakukan hal tersebut. Ini jelas menyalahi SOP yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN),” tegas dia, kemarin (6/2).
Menurutnya, penyebab pasti gejala mual dan diare masih menjadi perdebatan.
Helmi mengungkapkan bahwa awalnya pihak SPBG berdalih ada reaksi dari kombinasi makanan tertentu dengan susu yang memicu gangguan pencernaan.
Namun, lanjut dia, argumen ini dibantah oleh seorang dokter puskesmas setelah ditemukan fakta bahwa terdapat korban termasuk seorang guru yang mengalami gejala serupa.
Meskipun tidak mengonsumsi susu dalam paket tersebut.
"Kesimpulannya itu ada kemungkinan permasalahan di cara pengolahan dan pemilihan bahan makanannya," bebernya.
Atas temuan pelanggaran ini, Satgas MBG Jember telah memberikan teguran lisan dan akan segera melayangkan laporan resmi ke Badan Gizi Nasional (BGN) serta Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember.
Ia mempertegas bahwa sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional SPBG bisa saja dilakukan jika pelanggaran serupa terus berulang.
"Mereka (dapur MBG, Red) kami tegur secara lesan dan tertulis, agar lebih cermat dalam memilih bahan dan mengolah bahan makanan. Kalau masih terjadi beberapa kali, bisa pencabutan (izin) oleh BGN. Kalau kami di Satgas berfokus melakukan percepatan, pembinaan sekaligus pengawasan," tambah Helmi.
Selain masalah sampel, Satgas juga mengevaluasi manajemen waktu distribusi makanan untuk mencegah risiko makanan basi dan distribusi tidak memakan waktu terlalu lama.
"Kami meminta pihak penyedia lebih cermat dalam memilih bahan dan mengolah makanan. Pengawasan akan kami perketat agar program MBG ini tetap aman dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas ASN yang juga menjabat Pj. Sekda Jember itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh