Radar Jember - Harapan keluarga Abdul Wahid akhirnya berujung duka.
Setelah dinyatakan hilang terseret banjir bandang Sungai Petung, jenazah Wahid ditemukan di muara Sungai Bedadung arah Pantai Pancer, Kecamatan Puger, kemarin (3/2) sore.
Nama Abdul Wahid, 52, sempat menjadi perbincangan warga sejak banjir bandang menerjang Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Senin (2/2) malam.
Selain rumahnya terdampak, Wahid yang merupakan ASN di Kantor Kecamatan Panti bagian pelayanan umum ikut hanyut terbawa arus.
Sejak Selasa pagi, kemarin (3/2), warga bersama tim SAR melakukan pencarian. Berjam-jam proses pencarian itu tidak berbuahkan hasil.
Namun, pukul 15.15 ada kabar nelayan di Puger menemukan sosok mayat di tepi Sungai Bedadung, tepatnya di area rerumputan menuju muara Pantai Pancer.
“Jenazah ditemukan nelayan di rumput-rumput tepi sungai,” kata PS KBO Satpolair Polres Jember, Aiptu Agus Rianto.
Petugas Satpolair Polres Jember bersama anggota Polsek Puger dan warga segera melakukan evakuasi.
Setelah dilakukan koordinasi dan pencocokan identitas dengan pihak keluarga, dipastikan mayat tersebut adalah Abdul Wahid, korban banjir bandang dari Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh