Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Nenek Tua di Pelosok Jember Ini yang Sampai Dievakuasi, Takut Ada Banjir Susulan

Jumai RJ • Selasa, 3 Februari 2026 | 13:59 WIB
EVAKUASI NENEK: Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember saat mengevakuasi nenek Turi, 70, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti ketempat aman pada Selasa (3/2/2026)
EVAKUASI NENEK: Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember saat mengevakuasi nenek Turi, 70, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti ketempat aman pada Selasa (3/2/2026)

PAKIS, radarjember - Pasca terjadinya banjir bandang pada Senin (2/2/2026), Muspika Kecamatan Panti, Kab. Jember bersama Kepala Desa Pakis langsung tanggap.

Mereka langsung mendatangi rumah warga yang terdampak banjir.

Takut terjadi banjir susulan, seorang nenek bernama Sah alias bu Turi, 70, warga Dusun Pertelon RT.007/RW.002, Desa Pakis, Kecamatan Panti terpaksa dievakuasi ketempat aman.

Nenek berusia 75 selama ini itu tinggal bersama anaknya bernama Mani. Rumah Mani, berada tidak jauh dari sungai Petung yang sering banjir.

Takut ada banjir susulan Muspika Panti bersama Perangkat Desa (Pemdes) Pakis, Kecamatan Panti langsung mengevakuasi Nenek Turi kerumah anaknya yang lebih aman

Zaini, Kepala Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember mengatakan, nenek yang rumahnya tidak jauh dari sungai Petung itu masih rawan.

Karena saat terjadi banjir bandang pada Senin (2/2/2026) sempat hujan tetapi tidak terlalu deras.

Hanya hujan deras pada bagian hulu hingga mengakibatkan banjir bandang.

"Untuk mengevakuasi warga hang sudah berumur 70 tahun itu awalnya djantar jalan kaki. Karena jaraknya jauh akhirnya menggunakan sepeda motor," pungkas Saini.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Camat Panti beesama Kepala Desa Pakis serta anggota Polsek Panti mengikuti dari belakang sepeda motor menuju rumah anaknya.

Hal ini dilakukan Muspika dan Kades karena dihawatirkan ada banjir susulan.(jum).

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Muspika #Banjir