KEPATIHAN, Radar Jember - Menjelang Ramadan 2026, Satgas Pangan Polres Jember memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan gas bersubsidi sekaligus menutup celah praktik penimbunan yang kerap muncul saat kebutuhan masyarakat meningkat.
Fokus pengawasan diarahkan pada jalur distribusi LPG subsidi, dari tingkat agen hingga pangkalan. Polisi ingin memastikan pasokan tetap lancar dan penyaluran berjalan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat yang berhak tidak kesulitan memperoleh gas melon.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember Ipda Harry Sasono mengatakan, penguatan pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, stabilitas distribusi LPG menjadi perhatian utama menjelang Ramadan.
Ia mengakui, lonjakan permintaan LPG 3 kilogram hampir selalu terjadi setiap tahun menjelang bulan puasa. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum tertentu dengan cara menyimpan stok berlebihan atau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Pengawasan ini untuk mengantisipasi potensi penyimpangan dalam penyaluran LPG subsidi, baik penimbunan maupun penjualan di luar ketentuan harga,” ujar Harry.
Selain memastikan stok aman, Satgas Pangan Polres Jember juga mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi aturan distribusi.
LPG subsidi diharapkan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan, bukan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Harry menegaskan, pengawasan tidak bersifat sementara.
Pemantauan akan terus dilakukan, terutama menjelang Ramadan hingga Idul Fitri, agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Ia juga menyinggung kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Namun kondisi tersebut kini sudah teratasi dan distribusi kembali normal. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. (dhi/nur)
Editor : M. Ainul Budi