Radar Jember — Kebiasaan membaca dengan nyaring ternyata memberi dampak lebih luas, tak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Aktivitas sederhana ini dinilai efektif melatih konsentrasi sekaligus membantu menjaga ketenangan pikiran di tengah tekanan aktivitas harian.
Saat membaca dengan suara lantang, pembaca dituntut benar-benar fokus pada teks. Mulai dari alur kalimat, tanda baca, hingga intonasi.
Tanpa disadari, proses itu membuat pikiran lebih terarah dan tidak mudah teralihkan oleh hal lain.
Pemahaman terhadap isi bacaan pun menjadi lebih mendalam.
Kata demi kata yang diucapkan membantu otak menangkap makna secara utuh, bukan sekadar membaca sekilas.
Hal ini membuat pesan dalam bacaan lebih mudah diingat dan dipahami.
Manfaat lain yang muncul adalah perbaikan pengucapan serta pengayaan kosakata.
Kata-kata baru yang dibaca dengan nyaring akan lebih mudah dikenali dan diingat, termasuk cara pelafalannya dalam konteks kalimat yang tepat.
Ketua Read Aloud Jember, Enny Tyasati, menilai membaca nyaring sebagai bentuk latihan mental yang sederhana namun konsisten melatih kerja otak.
“Otak diajak aktif, terstruktur, dan fokus dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya.
Menurut Enny, bagi orang dewasa, membaca juga berperan sebagai ruang jeda dari rutinitas.
Aktivitas ini membantu menurunkan ketegangan karena pikiran diarahkan pada bacaan yang memberi rasa tenang dan reflektif.
Dalam jangka panjang, kebiasaan membaca diyakini berkontribusi menjaga kesehatan kognitif.
Daya ingat, kemampuan memahami informasi, hingga ketahanan mental dapat terpelihara jika otak terus dilatih.
Karena itu, membaca tidak semata dipahami sebagai kegiatan akademik.
Lebih dari itu, membaca termasuk membaca nyaring menjadi salah satu cara sederhana menjaga kejernihan pikiran dan kesehatan mental di berbagai usia. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh