Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

WASPADA! BMKG Ingatkan Hujan Tinggi hingga Akhir Januari, BPBD Jember Ajak Warga Jaga Selokan

Sidkin • Jumat, 30 Januari 2026 | 04:20 WIB
LUBERAN DRAINASE: Jalan hingga permukiman terendam banjir dari luberan drainase maupun sungai.
LUBERAN DRAINASE: Jalan hingga permukiman terendam banjir dari luberan drainase maupun sungai.

Radar Jember - Berdasar rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Jember diperkirakan masih relatif tinggi hingga akhir Januari ini.

Kondisi ini membuat potensi banjir dan luapan sungai tetap terbuka. BPBD Jember meminta kewaspadaan tidak hanya saat hujan turun, tetapi juga setelahnya.

Debit air dari hulu bisa datang tiba-tiba dan memperbesar risiko.

Kepala Pelaksana BPBD Jember Edy Budi Susilo meminta masyarakat menghindari aktivitas di daerah aliran sungai (DAS).

Kegiatan yang tidak mendesak di sekitar bantaran sungai sebaiknya ditunda sementara waktu.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah korban jiwa ketika terjadi banjir kiriman dari hulu.

“Aktivitas di daerah aliran sungai yang masih bisa ditunda, sebaiknya ditunda dulu, apalagi saat musim hujan,” pesannya.

Ia juga menyoroti kondisi kawasan perkotaan yang memiliki banyak titik rawan luapan.

Saluran air yang tidak optimal mempercepat genangan meluas ke jalan dan permukiman. Menurutnya, persoalan ini tidak lepas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Mari kita jaga lingkungan kita, selokan-selokan kita. Jangan buang sampah sembarangan karena ada beberapa titik yang mampet,” katanya.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember untuk melakukan normalisasi sungai dan selokan.

Upaya ini dilakukan agar aliran air kembali lancar dan tidak meluber ke jalan maupun rumah warga.

Evaluasi titik-titik rawan genangan turut menjadi perhatian dalam penanganan lanjutan.

“Kami langsung koordinasi dengan dinas pekerjaan umum mengenai normalisasi sungai maupun selokan agar tidak terjadi mampet dan air meluber lagi,” tegas Edy.

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat reaktif setiap kali hujan turun.

Dibutuhkan langkah preventif dan kesadaran kolektif agar risiko bisa ditekan sejak awal. Peran pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #BPBD #prakiraan cuaca #curah hujan #BMKG