Radar Jember - Angin kencang menerjang sejumlah wilayah Jember pada Sabtu lalu (24/1).
Bencana yang dipicu Siklon Tropis Luana ini berlangsung tiba-tiba dan memicu kepanikan warga. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Korban meninggal berasal dari Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo.
Selain itu, enam warga di Desa Suren, Ledokombo, mengalami luka ringan akibat tertimpa material dan pohon tumbang.
BPBD Jember mencatat, bencana ini berdampak di lima kecamatan dan delapan desa.
Sebanyak satu rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan empat rumah rusak ringan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, dampak angin kencang cukup parah terjadi di Desa Sempolan, Kecamatan Silo.
Satu rumah warga dilaporkan rusak berat, disertai satu korban luka patah tulang pada tangan kanan.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Silo I sebelum akhirnya kembali ke rumah.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah lokasi.
Di Wuluhan, Balung, dan Ledokombo, pohon tumbang menutup jalan serta menimpa kabel listrik dan jaringan internet. Bahkan dua ruang kelas SD Nuris Karangsemanding di kecamatan Balung mengalami kerusakan sedang.
“Pohon tumbang sempat mengganggu akses jalan dan jaringan listrik. Namun seluruhnya sudah tertangani,” kata Edy.
BPBD bersama Tagana, PLN, relawan, dan unsur Muspika langsung melakukan penanganan di lokasi.
Upaya yang dilakukan meliputi asesmen, pemotongan pohon tumbang, pengaturan lalu lintas, hingga distribusi logistik bagi warga terdampak.
Ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Kami minta warga berhati-hati, terutama saat melintas di bawah pohon besar atau bangunan yang rawan terdampak angin kencang,” pungkasnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh