Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Malam Hari Makin Nekat, Dalam 2 Jam 104 Pengendara Motor di Rambipuji Melintas Tanpa Helm

Maulana RJ • Senin, 26 Januari 2026 | 06:05 WIB
ABAI KESELAMATAN: Sejumlah pengendara motor dari arah Balung dan arah Bangsalsari ke arah Jember terpantau tak mengenakan helm, di Pertigaan Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji.
ABAI KESELAMATAN: Sejumlah pengendara motor dari arah Balung dan arah Bangsalsari ke arah Jember terpantau tak mengenakan helm, di Pertigaan Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji.

Radar Jember - Ingatan warga yang tinggal di sekitar Jalan Rambipuji-Puger masih terekam jelas, bagaimana jalan sepanjang 26 kilometer itu pernah menjadi medan bertaruh nyawa hingga berulang kali merenggut korban jiwa.

Hal itu karena kondisi jalan yang hancur lantaran dilewati truk-truk monster bertonase puluhan ton, pada tahun 2025 kemarin.

Kini setelah jalanan itu mulus, persoalan klasik–mengenai kesadaran pengguna jalan–masih menjadi budaya yang sepertinya sulit lenyap, yakni kepatuhan menggunakan pelindung kepala alias helm.

Seperti di lampu merah Kaliputih atau Pertigaan Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji.

Salah satu titik tersibuk di ruas jalan milik Pemprov ini, bukan saja akses masyarakat setempat, namun juga kendaraan umum hingga mobil angkutan.

Khususnya arah Jember–Surabaya via Kencong–Lumajang.

Hasil observasi pada Sabtu (24/01) malam, selama hampir dua jam (pukul 18.50-20.20) menunjukkan angka pelanggaran lalu lintas yang cukup signifikan.

Dalam durasi singkat itu, tercatat sedikitnya 104 pelanggar secara terang-terangan melintasi persimpangan tanpa mengenakan helm.

Menariknya, semakin malam lalu lalang pengguna sepeda motor memang cenderung lebih sedikit, tapi justru mayoritas tidak mengenakan helm.

Pelanggaran ini tidak didominasi oleh satu kelompok umur saja.

Berdasarkan pantauan lapangan, pelanggar didominasi oleh kelompok orang atau pria dewasa.

Sisanya, perempuan dan anak-anak, serta pelanggaran berjamaah, berboncengan sepeda motor tanpa ada yang mengenakan helm.

Saat malam hari itu, pelanggaran paling masif terpantau datang dari arah Bangsalsari menuju Jember Kota.

Pengendara dari jalur ini sering  kali melaju kencang begitu melewati pertigaan.

Selain itu, arus dari arah Kecamatan Balung yang masuk ke pertigaan Kaliputih juga menyumbang angka pelanggaran yang cukup tinggi.

Terutama saat lampu traffic light menyala kuning, tak sedikit yang nekat menerobos tanpa beban.

"Sudah biasa, Mas. Apalagi kalau malam, mereka pikir tidak ada polisi jadi bebas," aku Hermanto, 46, warga yang biasa nongkrong di Pertigaan Kaliputih tersebut.

Ia mengaku tidak habis pikir dengan tingkat kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara.

Sebab, menurutnya, ruas jalan di pertigaan itu cukup vital, menjadi akses penting kendaraan yang datang dari tiga arah sekaligus: Surabaya, Puger-Kencong, dan arah Jember kota.

"Padahal jatuh di aspal malam hari itu sama sakitnya dengan di siang hari," sindirnya, disusul tawa.

Beberapa warga lain berharap pihak kepolisian tidak hanya melakukan patroli pada siang hari, namun juga malam hari, di beberapa titik pusat kepadatan kendaraan.

Sosialisasi terkait kesadaran aman berlalu lintas juga tidak kalah penting, demi membangun kesadaran bahwa memakai helm itu bukan beban tapi kebutuhan.

"Mungkin polisi perlu lebih hadir, melakukan patroli. Bukan cuma untuk menilang, tapi biar warga itu merasa 'diawasi' dan sadar kalau helm itu untuk nyawa mereka sendiri, bukan untuk menghindari denda," timpal Yanto, warga sekitar pertigaan Kaliputih, saat itu. (mau/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Berkendara Tanpa Helm #Jember #kesadaran lalu lintas #pelanggaran lalu lintas